Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Impor bahan baku industri kosmetik terus dipacu

Kemenperin mencatat, ekspor produk kosmetik Indonesia pada 2017 tumbuh sebesar 29,8 persen dan mencapai angka USD522 juta.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pengembangan industri komestik di dalam negeri agar bisa lebih berdaya saing di pasar global. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, apalagi Indonesia memiliki potensi yang cukup besar, dengan kekayaan sumber daya alam seperti tanaman herbal yang sudah banyak digunakan untuk produk kesehatan dan kosmetik.

“Hal tersebut merupakan suatu kekuatan yang harus dioptimalkan agar produk kosmetik dalam negeri dapat mendominasi pasar dalam negeri,” kata Gati di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Kemenperin mencatat, ekspor produk kosmetik Indonesia pada 2017 tumbuh sebesar 29,8 persen dan mencapai angka USD522 juta. Di tahun 2018, ekspornya menjadi USD677 juta. Saat ini, jumlah perusahaan industri kosmetik di Tanah Air mencapai lebih dari 760 perusahaan.

Dari total tersebut, sebanyak 95 persen industri kosmetik nasional berskala Industri Kecil dan Menengah (IKM), dan sisanya industri skala besar. Jumlah tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 75 ribu tenaga kerja langsung serta 600 ribu tenaga kerja tak langsung.

Beauty.(Image: pexels.com)

Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kemenperin E Ratna Utarianingrum mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan stakeholder terkait lainnya tengah mendorong sertifikasi halal untuk industri kosmetik.

Untuk meningkatkan daya saing IKM kosmetik, Kemenperin memfasilitasi cara pembuatan kosmetik yang baik dan pengurusan izin edar sebagai persyaratan untuk mengantongi sertifikat halal dari BPJPH.

“Tujuannya untuk mendorong daya saing IKM kosmetik kita dalam menghadapi kosmetik impor,” ungkapnya.

Ratna optimistis, pemerintah akan mampu menekan impor bahan baku industri kosmetik, mengingat banyaknya bahan baku alami di Indonesia yang dapat digunakan untuk membuat produk kosmetik.

“Saat ini, industri kosmetik masih membutuhkan beberapa zat aditif untuk memberikan efek tertentu pada kosmetik dan masih belum dapat diproduksi di dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Ratna, rantai produksi kosmetik cukup panjang dari hulu ke hilir, yang di tengahnya terdapat proses untuk menghasilkan bahan baku siap pakai. Sumber bahan bakunya sebenarnya punya, tetapi untuk menjadi produk yang siap pakai di industri kosmetik itu perlu teknologi, yang belum miliki, sehingga harus impor.

Kendati demikian, Ratna menyampaikan bahwa Kemenperin berupaya menarik industri yang mampu memproses bahan baku dari dalam negeri menjadi bahan baku antara di sektor kosmetik.

“Kemenperin akan memetakan pohon industri kosmetik dari hulu hingga ke hilir, sehingga mendorong investasi yang tepat sasaran,” kata Ratna.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ekonomi dan Bisnis

Garda Mall, inovasi digital beragam kebutuhan otomotif

Pelanggan mendapat kemudahan dengan beragam fitur.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Asuransi Astra terus mengupayakan kepuasan pelanggannya, seiring usia perusahaan yang beranjak ke 63 tahun. Salah satunya melalui peluncuran fitur terbaru bernama Garda Mall dalam layanan aplikasi Garda Mobile Otocare.

Garda Mall adalah inovasi digital dalam bentuk aplikasi smartphone yang dikembangkan sejak 2015 dan secara bertahap dari tahun ke tahun mampu memenuhi kebutuhan pemilik kendaraan, mulai dari pembelian mobil hingga menjualnya kembali.

Fitur Garda Mall yang diperkenalkan oleh Branch Head Asuransi Astra Manado Adrian Yudha kepada awak media pada Sabtu (0/11/2019) di Manado ini, mencakup pelayanan kebutuhan otocare kepada pelanggan dengan cara yang mudah.

“Kami terus memberikan solusi terhadap customer, dengan cermat sesuai kebutuhan pelanggan seiring era digital saat ini,” ujar Yudha.

Beberapa fitur pelengkap aplikasi Garda Mobile Otocare 5.0 ini, diantaranya informasi produk otomotif, produk keuangan Astra, hingga jual mobil bekas dengan harga update sesuai harga pasar.

Dengan kemudahan yang diberikan Asuransi Astra yang hadir layaknya market place,  memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk berbelanja tanpa harus keluar rumah.

“Kini pelanggan tidak perlu repot karena semua kebutuhan mereka menjadi lebih mudah dijangkau dalam satu aplikasi,” tutup Yudha.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com