Ada rencana tsunami di balik merebaknya aroma melati dan kayu manis di Kota Manado

Rahadih Gedoan
Penulis Rahadih Gedoan
Big wave.(Image: pexels.com/Simon Clayton)



ZONAUTARA.com – Gonjang-ganjing mengenai aroma melati dan kayu manis yang merebak di sejumlah tempat di Kota Manado dan sekitarnya memaksa para spiritualis angkat bicara. Seorang master spiritual berinisial J dan tak mau nama lengkapnya dipublikasikan, membenarkan adanya pergerakan energi dalam dunia roh di wilayah laut utara.

Menurutnya, selain makna yang putih dan suci, melati juga menyimpan kekuatan magis yang menakutkan. Melati sering juga disebut sebagai perhiasan Nyi Roro Kidul. Sedangkan kayu manis biasa digunakan untuk meningkatkan nafsu birahi.

“Sepertinya pergerakan energi ini berhubungan dengan kecelakaan atau hal-hal yang tidak menyenangkan yang menimpa anak-anak perempuan di kota ini. Banyak rumah tangga yang hancur atau mengalami perceraian. Kita lihat saja perkembangan dalam tujuh hari ke depan,” kata sosok yang akrab disebut master J.

Di bidang politik, lanjutnya, akan mengalami perubahan besar. Bila sebelumnya searah dalam kepentingan politik, akan mengalami perpecahan dan saling berlawanan.

Baca: Aroma melati dan kayu manis yang merebak di Kota Manado fenomena mistis?

Master S yang juga tak mau nama lengkapnya dipublikasikan, mengatakan bahwa Kota Manado sebenarnya sudah terkepung penuh pada Jumat (15/11/2019). Gempa bumi berkekuatan 7,1 SR yang terjadi pada Kamis (01/11/2019) pukul 00:17:41 WITA di 134 kilometer Barat Laut Jailolo beserta beberapa gempa susulan berhubungan dengan penguasaan energi tersebut di Kota Manado dan sekitarnya.

“Sebenarnya akan terjadi tsunami. Namun saat pengepungan dirasa berhasil dan bersiap untuk penyerangan terakhir, pemimpinnya dalam wujud seorang perempuan berjubah hijau dan bermahkota sempat berkeliling dan turun dari kereta tanpa pengawalan. Ketika turun dari kereta ia berwujud naga hijau dengan dada berwarna kuning. Saat sedang berkeliling itulah naga hijau mendapat celaka. Ia bertarung dengan naga kuning dan tewas,” terang Master S.

Pengikut-pengikutnya dalam wujud ular hitam dan coklat terlambat datang. Para pengikutnya itulah yang memancarkan aroma kayu manis. Sedangkan pemimpin mereka memancarkan aroma melati.

“Kita berdoa bersama-sama, meminta perlindungan Tuhan atas kota kita. Semoga tidak terjadi bencana tsunami. Secara spiritual pasukan gaib tersebut sudah dikalahkan dan rencana adanya bencana sudah batal seiring pemimpin mereka tewas,” jelasnya.



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat



Share This Article
Penulis Rahadih Gedoan
Follow:
Jurnalis, Instruktur Akting, Pelatih Teater, Sastrawan, Ketua Dewan Kesenian Kota Manado.
1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com