Connect with us

Bencana dan Musibah

Presiden Jokowi Sebut Manajemen Penanganan Gempa Sudah Lebih Baik

Presiden mengaku mengikuti perkembangan sampai pukul 02.30 WITA.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti terus peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitude 7,1 yang terjadi di 134 kilometer Barat Laut Jailolo, Jumat (15/11/2019) pukul 00.17 WITA. Presiden mengaku mengikuti perkembangan sampai pukul 02.30 WITA.

“Dan laporan terakhir yang saya terima, alhamdulillah, tidak ada yang meninggal, memang ada korban luka 2 orang dan rumah yang rusak ada 19. Tapi ini akan saya ikuti terus untuk mendapatkan laporan paling akhir,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan saat berada di Bandar Udara Radin Inten II, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Jumat (15/11/2019) sore.

Presiden bersyukur karena masyarakat sudah lebih tenang dan aparat juga manajemennya lebih baik. Ketenangan itulah yang mengurangi korban-korban yang ada.

“Saya kira memang inilah yang terus disosialisasikan karena kita sekarang semuanya mulai menyadari bahwa kita berada di ring of fire, di dalam titik-titik, garis-garis, cincin api,” kata Presiden Jokowi.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Bencana dan Musibah

Terluka di atas kapal, WNA Cina berhasil dievakuasi

Published

on

WNA Cina yang terluka saat mendapatkan penanganan medis. (Foto: Humas Basarnas)

BITUNG, ZONAUTARA.com Seorang Anak Buah Kapal (ABK) MV Katagalan Wisdon dilaporkan mengalami kecelakaan kerja di atas kapal, Minggu (1/12/2019).

Korban yang diketahui merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina bernama An Zheng Kun (21), mengalami kecelakaan kerja dan terluka, serta mengalami pendarahan di bagian tangan kanan dan memerlukan penanganan medis.

Kepala Kantor SAR Manado Gede Darmada yang menerima laporan tersebut langsung memerintahkan anggotanya untuk menuju ke lokasi kejadian.

Bersama personel KSOP, KPLP dan Tim Kesehatan (119), Basarnas langsung bergerak menggunakan kapal KPLP.

WNA Cina yang terluka saat dievakuasi dari atas kapal. (Foto: Humas Basarnas)

Posisi Tim SAR Gabungan yang berada dekat dengan kapal MV Katagalan Wisdon membuat korban bisa dengan cepat dievakuasi.

“Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dari kapal MV Katagalan Wisdon ke kapal KPLP, sebelum sampai di dermaga, korban mendapat penangan terlebih dahulu untuk penanganan awal. Setelah sampai di dermaga, korban langsung dijemput ambulans dan dibawa ke RS Silloam untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Darmada.

Menurut dia, proses evakuasi terbilang sangat sulit situasi laut yang berombak mengakibatkan kapal yang besar tersebut terus bergerak, sehingga diperlukan kehati-hatian saat memindahkan korban.

“Kami mengcuapkan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat, sehingga korban berhasil dievakuasi. Korban adalah WNA jadi penanganan harus ekstra hati-hati, jangan sampai salah penanganan. Berkat kekompakan tim, proses evakuasi berjalan lancar dan korban berhasil dievakuasi,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com