Connect with us

Hukum dan Kriminal

Ibu di Woloan diduga ikat dua anaknya karena dituduh selingkuh

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comSeorang ibu berinisial MMW alias Meyti (35), warga Lingkungan I, Kelurahan Woloan Satu, Kecamatan Tomohon Barat, diduga melakukan tindak kekerasan terhadap dua anak kandungnya.

Di mana, pelaku diduga menganiaya dua anaknya yang masing-masing berusia tujuh dan sembilan tahun dengan cara mengikat tangan dan kaki keduanya.

Perbuatan pelaku tersebut terbongkar setelah suaminya yang sedang berada di luar daerah membagikannya ke media sosial.

Polres Tomohon melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik yang menerima laporan tersebut langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan.

Alhasil, URC Totosik yang dipimpin langsung Komandan Tim (Katim) Bripka Yanny Watung berhasil mengamankan pelaku yang sedang dalam keadaan mabuk bersama kedua korban, di rumahnya, Minggu (17/11/2019) malam.

Watung mengatakan, menurut keterangan pelapor, bahwa dirinya dan pelaku merupakan suami istri sah, sedangkan korban merupakan anak kandung dari keduanya.

“Saat ini pelapor berada di Toraja Provinsi Sulawesi Selatan karena sedang bekerja. Pelapor mengetahui perbuatan pelaku melalui foto yang dikirimkan pelaku ke pada pelapor via aplikasi massanger Facebook,” ujar Watung.

Sementara, kata Watung, berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengakui, bahwa dirinya telah melakukan tindakannya, yaitu mengikat kedua tangan dan kaki korban karena pelaku emosi ketika dituduh berselingkuh oleh suaminya.

Setelah melakukan tindakannya, lanjut Watung, pelaku selanjutnya melakukan pesta miras bersama teman-temannya di rumah.

“Pelaku dan korban telah diamankan di Mapolres Tomohon,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com