Connect with us

HEADLINE

Penanganan kekerasan terhadap perempuan lamban

Selama 3 tahun terakhir, ada 179 kasus yang ditangani Swara Parangpuan.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi (Pixabay.com)

MANADO, ZONAUTARA.com – Penanganan terhadap kekerasan perempuan dinilai lamban. Sementara fakta kualitas dan kuantitas tindakan kekerasan terhadap perempuan terus berkembang dengan cepat.

Dalam catatan Swara Parangpuan, selama kurun waktu tiga tahun terakhir, ada sebanyak 179 kasus kekerasan terhadap perempuan yang telah didampingi.

“Kendati terlihat adanya tren penurunan dari segi kuantitas, tetapi bukan berarti realitas sebenarnya kekerasan terhadap perempuan menurun,” ujar Koordinator Program Swara Parangpuan Sulut, Mun Djenaan, Selasa (10/12/2019) saat melaunching Catatan Tahunan Situasi Kekerasan Terhadap Perempuan di Sulut 2019.

Menurut Mun, saat ini informasi terkait adanya lembaga layanan yang disediakan oleh pemerintah untuk menangani tindak kekerasan terhadap perempuan telah terdistribusi.

“Masyarakat sudah mulai tercerahkan oleh informasi-informasi terkait isu kekerasan terhadap perempuan dan sudah ada layanan yang ada di desa-desa yang didampingi oleh Swara Parangpuan,” kata Mun.

Meski demikian catatan tahunan Swara Parangpuan menyorot soal tantangan yang dihadapi korban kekerasan terhadap perempuan. Tantangan terbesar adalah sulitnya mendapatkan layanan hukum, padahal 65 persen dari kasus yang ditangani, korban ingin mendapatkan layanan hukum.

“Tantangan dalam layanan hukum itu antara lain sulitnya menghadirkan pembuktian kasus pelecehan seksual, pengakuan korban sering tidak menjadi alat bukti hukum serta korban sering mendapat reviktimisasi dari aparat dan masyarakat,” urai Mun.

Mun juga menjelaskan bahwa acap kali korban dibebankan untuk mencari alat bukti, pencarian pelaku yang lari dibebankan kepada keluarga pelaku dan korban, serta lamanya proses hukum KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang belum menjadi prioritas aparat.

Isu perempuan menurut Mun, masih dilihat sebagai isu sektoral dan juga parsial dalam penegakan hukum dan perencanaan pembangunan. Di struktur kepolisian misalnya, penanganan KDRT masih disatukan dengan unit penanganan perempuan dan anak.

Sementara selama ini pemerintah dalam menangani trafficking masih melakukan pendekatan hukum semata. Padahal motivasi korban trafficking paling banyak karena masalah ekonomi.

“Semestinya ada pendekatan pemberdayaan ekonomi dalam penanganan trafficking,” kritik Mun.

Melihat situasi kekerasan terhadap perempuan yang masih terus berlangsung itu, Swara Parangpuan mendesak pemerintah menjadikan isu perempuan dan anak sebagai salah satu program prioritas dalam penyusunan pembangunan daerah.

“Jika perlu harus ada kebijakan daerah yang memberikan jaminan anggaran perlindungan terhadap korban, serta menyediakan layanan yang dibutuhkan korban secara menyeluruh dan berkelanjutan hingga pemberdayaan,” kata Mun.

Editor: Ronny A. Buol

Bagikan !
Beri Donasi

HEADLINE

Corona di Indonesia 5 April: 2.273 kasus, 164 sembuh, 198 meninggal

Hari ini ada penambahan 181 kasus baru.

Bagikan !

Published

on

ZONUTARA.COM – Penularan covid-19 di Indonesia masih terus berlangsung. Hal ini terlihat dari data yang diperbaharui oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Hingga Minggu, 5 April 2020, pukul 12.00 WIB, total pasien terkonfirmasi positif terjangkit virus corona ada sebanyak 2.273 kasus.

“Ada penambahan kasus positif sebanyak 181 orang,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

Sementara pasien yang sudah sembuh hingga hari ini ada sebanyak 164 pasien, bertambah 14 orang jika dibandingkan sehari sebelumnya.

“Yang meninggal bertambah 7 orang dari sehari sebelumnya, sehingga total yang meninggal sebanyak 198 orang,” kata Yurianto.

Pada Kamis (2/4) kemarin, jumlah kasus sebanyak 2.092 kasus, yang sembuh sebanyak 150 orang dan yang meninggal 191 orang.

“Mulai hari ini sesuai dengan rekomendasi dari WHO, semua harus menggunakan masker,” ujar Yurianto.

Yurianto mengingatkan bahwa masker bedah dan masker N95 hanya untuk petugas kesehatan. Masyarakat umum bisa menggunakan masker kain.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com