Connect with us

Hukum dan Kriminal

Diringkus URC Totosik, pria ini diduga cabuli remaja 12 tahun

Published

on

Tim URC Totosik usai mengamankan pelaku. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.comTim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon berhasil mengamankan terduga pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur, di Kelurahan Kakaskasen Satu, Kecamatan Tomohon Utara, Kamis (2/2/2012).

Pria yang diamankan Tim besutan Bripka Yanny Watung ini, yakni JK alias Jefry (58), warga Lingkungan II, Kelurahan Kakaskasen Satu.

Pria yang berprofesi sebagai tukang itu diduga telah menggauli korban yang kini masih berumur 12 tahun hingga berkali-kali.

Bejatnya, pelaku diduga menggauli korban sejak korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Perbuatan pelaku tersebut pun terbongkar hingga dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Polres Tomohon melalui Tim URC Totosik langsung memburu pelaku, hingga berhasil mengamankan pelaku di Lingkungan II, Kelurahan Kakaskasen Satu.

Komandan Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung menjelaskan, dari pengakuan korban diketahui, bahwa dirinya pertama kali disetubuhi oleh pelaku di perkebunan yang ada di Kelurahan Kaskasen Satu, tepatnya di belakang Rumah Makan Golden Egg, pada pertengahan tahun 2016 ketika korban masih SD.

Watung menjelaskan, modus pelaku, yakni membujuk korban agar mengikuti aksi bejatnya dengan memberi uang kepada korban sebesar Rp10.000.

Menurut Watung, korban mengaku, selang 2016 sampai hingga 2019, korban diduga telah disetubuhi oleh pelaku kurang lebih sembilan kali dengan tempat berbeda-beda di wilayah Kelurahan Kakaskasen Satu, antara lain di belakang Rumah Makan Golden Egg, pekuburan Cina dan belakang lumbung yang ada di dekat rumah korban.

“Korban menjelaskan, dirinya terakhir kali disetubuhi oleh pelaku sekitar akhir bulan November 2019, ketika korban sudah duduk di bangku SMP. Setiap pelaku menyetubuhi korban, korban dibujuk dan diberi sejumlah uang yang bervariasi dari Rp10.000, sampai Rp100.000.

Sementara, lanjut Watung, menurut keterangan pelaku, dirinya mengakui telah menyetubuhi korban dengan modus bujuk rayuk dan memberikan sejumlah uang yangg bervariasi, dari Rp10.000, sampai Rp100.000.

“Pelaku mengakui telah menyetubuhi korban semenjak tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 kurang lebih enam kali,” tuturnya.

Watung menegaskan, pelaku saat ini telah dibawa ke Mapolres Tomohon untuk diproses hukum.

“Saat ini pelaku telah kami amankan di Mapolres Tomohon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandas Watung.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

Lagi, dua nyawa melayang di lokasi tambang Bakan

Batu yang berada tepat di atas kepala runtuh dan menimpa petambang

Bagikan !

Published

on

zonautara.com
Proses evakuasi saat kejadian tertimbunnya petambang di Bakan pada Maret 2019. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Busa di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) kembali menelan korban jiwa.

Peristiwa naas yang merenggut dua nyawa sekaligus itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wita, Kamis (06/02/2020). Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, korban yakni RM Alias Mat (39) warga Desa Solimandungan Baru, dan AL alias Fian warga Desa Solimandungan 2, Kecamatan Bolaang.

“Keduanya meninggal setelah tertimbun material galian berupa bebatuan dan tanah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bolmong, Haris Dilapanga.

Dari keterangan saksi mata yang merupakan rekan kerja korban juga warga yang sama, bahwa kejadian bermula saat dirinya bersama kedua korban dan salah satu temannya Masri sedang mengambil material di lokasi yang cukup curam. Tiba-tiba, batu yang berada tepat di atas kepala mereka runtuh dan menimpa RM di bagian kepala dan dada.

“Korban Mat sempat dilarikan ke rumah sakit Kotamobagu dan dinyatakan meninggal saat berada di rumah sakit. Sedangkan Fian dipastikan meninggal di tempat kejadian,” terang Haris berdasarkan keterangan saksi.

Korban yang meninggal di lokasi kejadian langsung dijemput pihak keluarga dan dibawah ke rumah duka di Desa Solimandungan Baru.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kotamobagu, AKP Mohammad Fadly SIK saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, kedua korban sudah ada di rumah duka dan diserahkan langsung kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Benar ada korban jiwa di lokasi Bakan. Saat ini juga kita sedang mendalami kasus serta sedang mencari siapa penanggung jawab para pekerja tersebut,” singkat Mohammad Fadly.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com