Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Penggunaan QRIS diperluas, BI target 15 juta merchant

Penerapan transaksi elektronik telah mampu meningkatkan PAD.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.com – Bank Indonesia (BI) menargetkan sebanyak 15 juta merchant telah menggunakan QRIS pada tahun 2020 ini.

QRIS atau Quick Response Code Indonesia, merupakan metode transaksi pembayaran non-tunai lewat QR yang telah ditetapkan oleh BI secara resmi digunakan sejak 1 Januari 2020 melalui satu piranti.

QRIS diluncurkan pada 17 Agustus 2019, dan hingga kini telah ada 1,7 juta merchant yang menggunakannya dalam transaksi pembayaran. Hingga saat ini BI juga mencatat sudah ada 26 Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang terkoneksi dengan QRIS.

Dengan QRIS setiap merchant yang menggunakannya dapat menerima semua merek uang elektronik tanpa terkecuali.

Direktur Eksekutif Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran BI Pungky P. Wibowo mengatakan, kompetisi ada di tangan pemain. BI tidak mau memihak ke pemain uang elektronik baik perbankan maupun telekomunikasi pada implementasi QRIS ini.

“Nantinya, mereka akan berusaha sendiri untuk menjadi yang terbaik bagi konsumen,” katanya, Sabtu (11/1) seperti dikutip Kontan.co.id.

Ada lima permain besar pada uang elektronik. Sebut saja, ada Ovo, Gopay, Dana, Bank Mandiri, dan Shoope Pay. Akan tetapi, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ricky Satria enggan memberikan komentar tersebut, karena yang terpenting buat BI adalah interoperabilitas.

Implementasi QRIS akan membuka jalan bagi penerbit uang elektronik lainnya yang ingin menikmati kue bisnis uang elektronik. Saat ini, 26 PJSP yang dapat terkoneksi dengan sistem QRIS terdiri dari 9 perusahaan non bank, dan 14 dari industri perbankan.

Siapa saja mereka? Yakni Gopay, Ovo, Dana, LinkAja, ShopeePay, Paytren, Ottocash, BluePay, Telkom. Diikuti perbankan seperti BCA, BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon, Bank Mega, Bank Permata, Bank Nobu, Bank Sinarmas, Bank Maybank, Bank DKI, BPD Bali dan Bank Syariah Mandiri.

Tahap awal, QRIS baru dapat digunakan dengan model Merchant Presented Model (MPM) yaitu konsumen melakukan scan QR di setiap merchant. Pada model MPM ini, Pungky menargetkan, BI dan PJSP akan ngebut untuk meningkatkan jumlah merchant yang terkoneksi dengan QRIS.

BI mengklaim penerapan transaksi elektronik telah mampu meningkatkan PAD sebesar 11,4 persen atau senilai Rp 51 miliar di 542 pemerintah daerah.

Editor: Ronny A. Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ekonomi dan Bisnis

Kembali dibuka pendaftaran Kartu Pra Kerja

Pedaftaran akan ditutup pada Kamis 23 April.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.COM – Setelah gelombang pertama selesai, Pemerintah kembali membuka pendaftaran Kartu Pra Kerja gelombang kedua. Para pendaftar sudah bisa mengakses link pendaftaran hari ini, Senin (20/4/2020).

Pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00 WIB dan akan ditutup pada Kamis, 23 April, pukul 16.00 WIB.

“Gelombang kedua ini dibuka sejak Senin 20 April pukul 08.00 WIB sampai dengan Kamis, 23 April, pukul 16.00 WIB,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis.

Serupa dengan pada gelombang I, seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui laman https://www.prakerja.go.id/.

Pemerintah juga tidak mengubah persyaratan pendaftaran pada gelombang II kartu prakerja.

Persyaratan tersebut meliputi, calon peserta merupakan warga negara Indonesia (WNI), minimal berusia 18 tahun, dan sedang tidak menempuh pendidikan formal.

Dalam hal ini, pemerintah akan melakukan verifikasi data calon peserta sebelum meloloskan ke tahapan berikutnya. Jika lolos verifikasi data, maka calon peserta akan mengikuti tahap berikutnya, yaitu tes motivasi dan kemampuan dasar.

Bagi peserta yang berhasil melewati tes itu, maka dapat memilih pelatihan yang disediakan oleh delapan mitra platform digital.

Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan pendaftaran gelombang I yang berlangsung sejak 11-16 April. Airlangga mengungkapkan jumlah peserta yang mendaftar mencapai 5,96 juta orang.

Dari jumlah tersebut, peserta yang lolos verifikasi melalui e-mail sebanyak 4,42 juta orang. Kemudian, jumlah pendaftar yang sudah diverifikasi berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK) sebanyak 3,29 juta.

Dari seluruh proses itu, pemerintah menetapkan jumlah peserta yang lolos untuk program kartu prakerja sejauh ini sebanyak 2,07 juta orang. Namun, baru 200 ribu peserta yang bisa masuk pelatihan gelombang I.

Peserta yang berhak mengikuti pelatihan gelombang I mendapatkan informasi melalui SMS. Pesan singkat dikirimkan ke nomor ponsel yang didaftarkan saat registrasi sejak Sabtu (18/4) hingga Senin (20/4).

Namun, 1,87 juta peserta lolos yang tak dinyatakan masuk dalam gelombang I tak perlu mendaftar ulang. Pemerintah akan mengirimkan link melalui e-mail untuk memilih pelatihan di gelombang 2,3, dan seterusnya sehingga tidak perlu mengikuti proses sejak awal.

| CNN Indonesia

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com