Connect with us

ZONA DAERAH

Pemkot Tomohon tetap tanggulangi biaya kenaikan BPJS Kesehatan

Published

on

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman. (Foto: Humas Pemkot)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan naik di tahun 2020 ini.

Kenaikannya pun signifikan, yakni sebesar 100%.

Namun begitu, kenaikan tersebut pun ternyata tidak akan membebani masyarakat di Kota Tomohon.

Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon tetap akan menanggung biaya kenaikan BPJS Kesehatan tersebut.

Bahkan, Tomohon pun disebut-sebut sebagai daerah di Sulawesi Utara (Sulut) yang tetap menanggung biaya kenaikan BPJS untuk masyarakatnya hingga 100%.

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, usai melakukan pencatatan perkawinan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Wale Kabasaran Tomohon, Senin (20/1/2020).

“Iuran BPJS Kesehatan ini kan naik dari Rp24 ribu jadi Rp42 ribu. (Tomohon) cuma satu-satunya kota/kabupaten di Sulawesi Utara yang tetap meng-cover masyarakatnya, tetap membayar sejumlah seratusan ribu penduduk,” ujar Eman kepada sejumlah wartawan.

Menurut Eman, kenaikan tersebut nantinya akan dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020.

Eman menjelaskan, anggaran yang diplot untuk biaya BPJS Kesehatan untuk masyarakat Kota Tomohon sebelum mengalami kenaikan sekitar Rp5 miliar, namun sekarang menjadi Rp10 miliar.

Eman menegaskan, hal tersebut merupakan bentuk perhatian dari pemerintah untuk masyarakat dalam hal kesehatan.

“Jadi pemerintah kota tetap memberikan perhatian kepada masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Sulut

Bantu cegah virus corona, UNSRAT produksi masker APD dengan printer 3D

Unsrat juga memproduksi hand sanitizer dan tong cuci tangan.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado tidak tinggal diam saat pandemi covid-19 ini. Berbagai upaya diambil oleh UNSRAT untuk turut serta mencegah penularan virus corona.

Salah satunya dengan memproduksi berbagai barang kebutuhan baik yang diperlukan oleh tenaga medis maupun yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Deputi Wakil Rektor Bidang Akademik Unsrat Gustaf Mamangkey mengatakan kepada Zonautara.com bahwa salah satu yang sedang diproduksi oleh UNSRAT adalah produk masker untuk alat pelindung diri (APD).

“Masker untuk APD ini dibuat dengan bantuan printer 3D dan diproduksi oleh Tim Fakultas Teknik,” jelas Gustaf, Jumat (3/4/2020).

Adapun material masker dibuat dari bahan kaca untuk menghindari pancaran butir ludah secara langsung.

Selain masker untuk APD, Fakultas Teknik juga memproduksi tong cuci tangan dengan memperhitungkan kontaminasi pengguna.

Masker untuk APD yang diproduksi oleh Fakultas Teknik UNSRAT.

“Jadi tong cuci tangan itu kerannya dioperasikan dengan kaki, sehingga tak ada kontaminasi dengan tangan pengguna,” jelas Gustaf.

Tak mau ketinggalan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, juga memproduksi hand sanitizer.

Sementara itu Fakultas Kesehatan Masyarakat telah membentuk tim konsultasi online sekitar pandemik covid-19.

“Masyarakat luas dapat menghubungi nomor telepon yang ada, untuk berkonsultasi dengan tim UNSRAT,” kata Gustaf.

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com