Connect with us

ZONA TERKINI

Pohon ini menangis, polisi akan tebang

Kejadian di Jember itu bikin heboh warga.

Bagikan !

Published

on

Foto: Kumparan.com

ZONAUTARA.COM – Polisi berencana akan menebang pohon “menangis” di Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember yang telah menghebohkan warga sekitar sejak Jumat (17/1/2020).

Warga di sana beramai-ramai mendatangi pohon jenis akasia itu karena terdengar suara tangisan dari batangnya. Pohon itu milik Mawardi yang sudah berusia lima tahun.

“Baru kali ini ‘menangis’, sekitar satu minggu lalu,” ujar Mawardi seperti dikutip dari Kumparan.

Kala itu keponakan Mawardi, Aldi, sedang bermain di belakang rumah dan mendengar ada suara tangisan dari pohon, setelah dicek dari dekat ke arah pohon akasia, terdengar seperti suara tangisan.

Polisi yang menerima kabar tersebut juga sudah memeriksa kondisi pohon ‘menangis’. Suara tangisan itu diduga berasal dari gesekan dedaunan antar pohon akasia dan pelepah kelapa saat angin berembus.

Kapolsek Puger AKP Ribut Budiyono berencana untuk menebang pohon itu karena khawatir akan menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Sudah disampaikan (rencana penebangan) kepada warga,” katanya.

Kepala Desa Mojosari, Suparti, juga berkeinginan serupa dengan polisi. “Tapi, maunya warga, yang menebang polisi sendiri,” ungkapnya.

Hingga Selasa, (21/1) polisi dan aparatur pemerintah desa masih terus memantau situasi dan kondisi lingkungan sekitar pohon ‘menangis’.

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lingkungan dan Konservasi

Juli masih hujan, BMKG prediksi 2020 tak ada kemarau panjang

El Nino pada 2020 pertumbuhannya netral.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pixabay.com

ZONAUTARA.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan, kemarau panjang yang terjadi di 2019 diprediksi tidak berlanjut pada 2020.

Hal ini berdasarkan analisis dari BMKG, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan National Aeronautics and Space Administration (NASA).

“Diprediksi tidak akan terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, yang panjang seperti tahun lalu,” ujar Dwikorita, saat memberikan paparan pada acara Kaleidoskop Bencana 2019 dan Outlook bencana 2020 di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Kondisi ini, kata dia, dipengaruhi oleh dua hal.

Pertama, tidak terdapat indikasi fenomena perbedaan signifikan suhu air laut antara Samudera Hindia di sebelah barat daya Pulau Sumatera dengan sebelah Timur Afrika.

“Sehingga bisa dikatakan suhu permukaan air laut di Indonesia juga normal. Artinya diprediksi seperti itu (diprediksi kemarau tidak panjang),” kata Dwikorita.

Kedua, berdasarkan analisis BMKG dan dua lembaga di atas, diprediksi bahwa El Nino pada 2020 pertumbuhannya netral. Kondisi seperti ini, ujar Dwikorita, terjadi hingga Juni 2020.

“Jadi prediksi ini berlaku sampai Juni. Kondisinya netral,” tambah dia.

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan, musim kemarau pada 2020 diperkirakan akan dimulai pada April dan berakhir pada Oktober. Akan tetapi, dia mengingatkan tahapan musim kemarau akan terjadi tidak serempak di seluruh wilayah.

“Mulainya dan berakhirnya juga tidak serempak. Mulai April terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tutur Dwikorita.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com