Connect with us

ZONA DAERAH

1 Maret, RS Gunung Maria kembali layani peserta BPJS Kesehatan

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comKabar gembira bagi masyarakat Kota Tomohon, khususnya para peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Pasalnya, kontrak kerja sama Rumah Sakit (RS) Gunung Maria Tomohon yang sebelumnya tidak diperpanjang oleh BPJS Kesehatan, kini sudah kembali diperpanjang.

Penandatanganan kontrak kerja sama antara BPJS Kesehatan dan RS Gunung Maria tersebut dilakukan di sela-sela perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-90 RS Gunung Maria, Selasa (11/2/2020).

Terpantau, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur RS Gunung Maria dr Frankly Palendeng dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tondano ini disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey.

Selain itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut yang sejak awal menyeriusi penyelesaian masalah tersebut, yakni Wenny Lumentut turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Gubernur dalam kesempatan itu mengatakan, seluruh RS, termasuk RS Gunung Maria, sangatlah berperan dalam peningkatan kesehatan masyarakat di Sulut.

Sementara itu, Direktur RS Gunung Maria dr Frankly Palendeng pun mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulut yang sudah memfasilitasi hingga kerjasama dengan BPJS bisa kembali terlaksana.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah banyak membantu kami Rumah Sakit Gunung Maria bersama para pihak terkait,” ujarnya.

Dia menegaskan, pelayanan terhadap BPJS akan dimulai pada 1 Maret 2020 mendatang.

“Nanti akan efektif pada 1 Maret 2020, pukul 00.00 WITA,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Uskup Keuskupan Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr Debby Kalalo, Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, Anggota DPRD Sulut Vonny Paat jajaran Pemkot Tomohon, para suster JMJ dan undangan lainnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Sulut

Rumah Isolasi Covid-19 Sulut siap tampung 100 penghuni

Hingga Kamis 2 April belum ada ODP yang menjadi penghuni.

Bagikan !

Published

on

Rumah Isolasi Covid-19 di Maumbi, Minahasa Utara. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Sebuah langkah inisiatif diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mencegah penularan virus corona, dengan menyediakan rumah isolasi bagi orang dalam pengawasan (ODP) terkait covid-19.

Rumah isolasi itu memanfaatkan fasilitas yang ada di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulut yang ada di Maumbi, Minahasa Utara.

Kasubag Umum BPSDM Sulut, Journal Humene ketika ditemui Zonautara.com di Rumah Isolasi Covid-19 mengatakan bahwa fasilitas yang ada sudah siap digunakan.

“Daya tampung yang ada sekarang bisa menampung 100 penghuni,” ujar Humene, Rabu (1/4/2020).

Menurut Humene, daya tampung itu bisa ditambah jika memang ODP yang dibawa ke fasilitas itu membludak.

Dari peninjauan Zonautara.com ke Rumah Isolaso Covid-19, gedung penginapan yang biasanya digunakan peserta pelatihan di BPSDM Sulut dirubah menjadi rumah isolasi.

Dalam gedung dua lantai itu, terdapat puluhan kamar yang nyaman, dilengkapi dengan pendingin ruangan, perabot, tempat tidur serta sejumlah fasilitas lainnya.

Baca pula: Sudah 3 positif corona di Sulut

Humene menjelaskan bahwa simulasi penanganan ODP yang akan dibawa ke Rumah Isolasi Covid-19 telah dilakukan berulang kali, untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

Semua ODP yang akan menghuni rumah isolasi tersebut akan melakukan isolasi mandiri dibawah pengawasan petugas.

“Saat ini setiap hari ada petugas jaga yang melakukan shift jaga terdiri dari satu atau dua orang dokter, perawat dan petugas lainnya,” kata Humene.

Meski hingga saat ini rumah isolasi tersebut belum satu pun penghuni ODP, tetapi Humene meyakinkan bahwa pihaknya sudah siap sepenuhnya.

Rekomendasi dokter

Juru Bicara Satgas Covid-19 Steaven Dandel saat ditemui terpisah mengatakan memang hingga saat ini belum ada yang menjadi penghuni rumah isolasi.

Fasilitas kamar isolasi yang ada di Rumah Isolasi Covid-19 Sulut. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

“ODP itu discreening oleh rumah sakit. Jadi orang-orang yang datang dari daerah dengan transmisi lokal, kalau dia bergejala akan berobat ke rumah sakit. Pihak rumah sakit kemudian yang akan menawarkan apakah mereka bersedia diisolasi di rumah isolasi. Tapi mungkin ada juga yang harus diendorse,” jelas Dandel.

Baca pula: Lolowang pastikan pasien positif corona di Tomohon tidak benar

Sesuai dengan buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com