Connect with us

PRESS REVIEW

Positif corona, Jin sempat 7 hari di Bali

Warga negara China ini telah sembuh, tapi pemerintah melakukan contact tracking.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari canva

ZONAUTARA.COM – Dinas Kesehatan Bali kini disibukkan dengan seorang warga negara China bernama Jin. Soalnya adalah, Jin positif terjangkit virus corona dan sempat melakukan perjalanan ke Bali selang tanggal 22 hingga 28 Januari 2020.

Ia dikabarkan terbang dari Wuhan tempat asal muasal virus corona menyebar, ke Bali menggunakan pesawat Lion Air.

Dikutip dari CNN Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Ketut Suarjaya mengatakan sedang melakukan pelacakan kontak.

“Bersama jajaran kami lacak di mana dia menginap. Ini harus cepat dilakukan, ujar Suarjaya, Kamis (13/2).

Pelacakan kontak atau contact tracking adalah proses identifikasi orang yang mungkin telah melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Pihak Dinas Kesehatan Bali sudah mendapatkan data Jin dari Kementerian Luar Negeri.

Suarja yakin, Jin tidak terinfeksi saat berada di Bali. Alasannya, selama ini di Bali tidak ditemukan kasus positif corona.

Ia menduga WN China yang bersangkutan terinfeksi virus saat sudah berada di negaranya, karena dia kembali sembilan hari sebelum terpapar corona. Apalagi saat itu, di Wuhan virus ini sedang mewabah.

“Jadi beberapa kemungkinan ada. Bisa saja dia saat sudah di sana (China) baru terpapar. Kalau dirunut dia kan kembali sembilan hari sebelum terpapar corona,” katanya.

Jin sudah sembuh

Jin sebenarnya sudah sembuh. Informasi soal dia terjangkiti disampaikan akun resmi Pemerintah Provinsi Anhui melalui media sosial Weibo, pada 6 Februari 2020.

Waktu itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Huainan mengumumkan bahwa seseorang pada 5 Februari menjadi pasien dari penerbangan Lion Air JT2618 rute Wuhan-Bali pada 22 Januari.

Dari Bali, ia pulang dengan penerbangan Garuda Indonesia GA858 menuju ke Shanghai pada 28 Januari.

Jin dinyatakan terinfeksi virus corona SARS-CoV-2 pada 5 Februari sebagaimana yang disampaikan Huainan CDC.

Soal Jin sudah sembuh adalah kabar baik. Soalnya adalah, dia pernah selama seminggu berada di Bali.

Maskapai mengecek

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro membenarkan bahwa pada Rabu 22 Januari 2020, Lion Air melakukan penerbangan internasional dengan pesawat bernomor JT-2618 dari Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan, Distrik Huangpi, Provinsi Hubei, China menuju bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Namun, menurutnya penumpang yang dimaksud telah melewati pemeriksaan medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan dinyatakan dalam keadaan sehat.

“Lion Air menerima keterangan setelah seluruh awak pesawat dan penumpang diperiksa oleh tim medis. Dinyatakan tidak terindikasi terkena virus dimaksud” ujarnya, Rabu (12/2/2020).

Sementara Garuda Indonesia melakukan tindak pencegahan dengan mengandangkan pesawat GA858.

Data Garuda Indonesia, pada nomor penerbangan GA858 dari Bali ke Shanghai pada 28 Januari 2020 ada enam orang bernama Jin. Pelacakan mengerucut kepada dua Jin, satu anak-anak dan satu dewasa. Kemudian berakhir pada Jin, lelaki dewasa yang kini tengah diselidiki.

“Hal tersebut merupakan proses standard safety dan kebersihan Garuda Indonesia yang dilakukan pada kondisi penyebaran epidemi virus wabah penyakit,” jelas Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt Tumpal M Hutapea kepada Antaranews, Kamis (13/2/2020).

Usai menumpang GA858, di Shanghai Jin sempat menginap di hotel Bandara Pudong dan pergi ke Stasiun Selatan Nanjing keesokan harinya untuk menuju ke Huainan menggunakan kereta bernomor seri G1814 dan G2809. Delapan hari kemudian, warga Tiongkok itu dinyatakan positif terjangkit virus korona oleh CDC Kota Huainan.

Hingga kini Kementerian Kesehatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali masih mencari jejak wisata Jin selama di sana.

Sementara itu, kementerian tetap menyarankan masyarakat untuk mencuci tangan secara teratur, menghindari daging yang tidak dimasak dan mengenakan masker saat sakit untuk meminimalkan kemungkinan tertular penyakit. Badan pengawas juga memiliki dua hotline untuk informasi lebih lanjut: 021-5210-411 dan 0812-1212-3119.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

HEADLINE

Sudah 2000 orang meninggal karena virus corona

Ada 1300 petugas medis yang terinfeksi, ratusan dalam kondisi kritis.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM– Wabah virus corona masih terus berlanjut. Hingga Rabu, 19 Februari 2020, pukul 09.00 WITA, website Coronavirus COVID-19 Global Cases menampilkan grafik yang terus meningkat.

Tercatat sudah ada 75.176 orang dari seluruh dunia yang terjangkit virus dengan nama resmi COVID-19 ini. Dari jumlah itu, yang terkonfirmasi meninggal dunia ada sebanyak 2.008 orang. Pasien yang sembuh juga terus meningkat, telah mencapai 14.417 orang.

China masih menjadi negara terbanyak korban virus corona. Di provinsi Hubei saja, ada 1.921 orang meninggal. Hubei merupakan wilayah pertama kali COVID-19 mewabah, tepatnya di Wuhan.

Dari 75 ribu lebih orang terjangkit itu, sebanyak 74.163 orang berada di daratan China. Sisanya tersebar di berbagai belahan dunia.

Pemerintah Indonesia telah mengkonfirmasi ada tiga warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit. Ketiga orang ini merupakan bagian dari 78 kru WNI yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess, yang sebelumnya dikarantina.

1.300 petugas medis terinfeksi

Otoritas kesehatan China telah mengumumkan resiko yang diterima petugas medis yang bekerja menangani pasien virus corona. Ada sebanyak 1.303 petugas medis telah didiagnosa atau diduga menderita penyakit ini.

Salah satu petugas medis yang menjadi korban adalah Liu Zhiming. Dia adalah kepala Rumah Sakit Wuchang di Wuhan, pusat wabah di China Tengah. Liu meninggal pada usia 50 tahun.

Liu telah didiagnosa sejak akhir Januari dan berada dalam kondisi kritis selama berhari-hari. Kematian Liu merupakan kasus kedua setelah petugas medis sebelumnya seorang perawat Liu Fan berusia 59 tahun meninggal pada Jumat pekan lalu.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC), ada sebanyak 1.080 petugas medis dari 1.303 yang terinfeksi itu berada di Wuhan, dan 191 orang diantaranya berada dalam kondisi parah atau kritis.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com