Connect with us

ZONAPEDIA

Apa itu penyakit rheumatoid arthritis (RA)?

Penyakit ini disebabkan oleh sistem imun yang menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pixabay.com

Oleh: Yudith Alizia Trudy Soumokil *

Rematik atau yang dalam bahasa medis disebut dengan rheumatoid arthritis (atau biasa disingkat RA) adalah penyakit yang menyebabkan radang, dan kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi.

Penyakit ini disebabkan oleh gangguan autoimun. RA dapat memengaruhi kemampuan penderitanya dalam melakukan aktivitas harian, seperti menulis, membuka botol, memakai baju, dan membawa barang.

Peradangan sendi yang mengenai pinggul, lutut atau kaki juga dapat membuat sulit berjalan, membungkuk, atau berdiri.

Seberapa umumkah penyakit rheumatoid arthritis (RA)?

Rheumatoid arthritis adalah salah satu penyakit yang seringnya dialami oleh orang lanjut usia (lansia). Akan tetapi, RA juga bisa dialami oleh orang dewasa muda, remaja, dan bahkan anak-anak.

Wanita diketahui 2-3 kali lebih berisiko mengalami rematik dibanding pria. Anda dapat mengurangi kemungkinan menderita penyakit ini dengan menurunkan faktor risiko Anda.

Tanda-tanda dan gejala

Gejala paling khas dari rheumatoid arthritis adalah nyeri sendi dan kekakuan sendi yang biasanya memburuk di pagi hari setelah bangun tidur atau duduk terlalu lama.

Sendi yang terkena dapat memerah, bengkak, dan terasa hangat ketika disentuh. Gejala lain rheumatoid arthritis adalah mata gatal atau perih, lemas, lesu, tidak bertenaga, nafsu makan menurun drastis, dan demam.

Penyebab

Penyakit ini disebabkan oleh sistem imun yang menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Sistem imun yang keliru menyerang jaringan sehat di sekitar sendi menyebabkan lapisan tipis sel, alias synovium, menutupi persendian menyebabkan sendi meradang dan bengkak.

Synovium juga melepaskan bahan kimia yang akan merusak tulang rawan dan tulang dalam sendi Anda. Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, synovium dapat menyebabkan sendi kehilangan bentuknya dan pada akhirnya menghancurkan sendi anda sepenuhnya.

Meski gangguan autoimun dipercaya sebagai penyebab utama rematik, namun sampai saat ini para peneliti belum mengetahui faktor apa saja yang dapat memicu gangguan tersebut.

Faktor-faktor risiko

  • Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena rheumatoid arthritis adalah:
  • Jenis kelamin. Wanita berisiko 2-3 kali lebih tinggi dibanding pria.
  • Usia. RA dapat terjadi pada usia berapa pun, namun lebih sering terjadi pada usia 40 sampai 60 tahun.
  • Riwayat keluarga. Jika orangtua, saudara kandung, paman, bibi, atau kakek dan nenek anda terkena penyakit rematik, anda berisiko tinggi untuk mengalaminya juga.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti anda tidak akan terkena penyakit ini. Faktor ini hanyalah referensi saja. Konsultasikan dengan dokter anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat dan pengobatan

Cara terbaik untuk mengobati rheumatoid arthritis adalah dengan menggunakan obat-obatan, terapi, olahraga, serta edukasi guna menghindari aktivitas fisik yang dapat memicu nyeri sendi.

Obat NSAID, seperti naproxen dan ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan bengkak jika rematik Anda kambuh.

Dokter juga dapat memberikan obat disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs). Obat ini dapat memperlambat perkembangan RA dan menyelamatkan sendi dan jaringan lain dari kerusakan permanen.

DMARD yang sering diberikan oleh dokter yaitu methotrexate (trexall), leflunomide (Arava), hydroxychloroquine (plaquenil) dan sulfasalazine (Azulfidine).

Jika diperlukan, dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk melakukan terapi fisik dan olahraga khusus guna mengurangi gejala rematik.
Beberapa terapi yang mungkin disarankan dokter seperti berendam dengan air panas, menggunakan lampu pemanas, kompresan panas, dan terapi whirlpool.

Dalam kasus yang parah, dokter bisa menganjurkan pasien untuk melakukan prosedur operasi. Operasi pengobatan rematik mungkin akan melibatkan pembedahan.

  • Pembedahan dapat dibagi ke dalam beberapa prosedur berikut ini:
  • Total joint replacement. Saat operasi, dokter bedah akan mengangkat bagian sendi yang rusak dan memasukkan alat buatan dari metal dan plastik.
  • Tendon repair. Sendi yang mengalami peradangan dan kerusakan dapat menyebabkan tendon di sekitar sendi Anda melonggar atau sobek. Dokter bedah dapat memperbaiki tendon di sekitar sendi Anda.
  • Fusi sendi. Operasi penyatuan sendi dianjurkan untuk menstabilkan sendi atau meluruskannya kembali. Akan tetapi, metode ini hanya digunakan apabila kedua metode lainnya tidak dapat dilakukan.

Mungkin ada metode pengobatan lainnya yang bisa dilakukan dokter untuk mengatasi rematik.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk rheumatoid arthritis (RA)?

Penyakit rematik sulit didiagnosis pada stadium awal karena gejala awalnya sangat mirip dengan penyakit lain. Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya akan menanyakan seputar riwayat kesehatan Anda.
Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan sendi dan pemeriksaan X-ray. Beberapa pemeriksaan lain yang mungkin akan dilakukan dokter adalah tes laju endap darah (LED) yang mengukur peradangan, tes darah lengkap, dan tes faktor rheumatoid (RF).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rheumatoid arthritis (RA)?

  • Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rheumatoid arthritis adalah:
  • Minum obat sesuai anjuran dokter.
  • Kurangi berat badan jika berat badan Anda berlebih.
  • Perhatikan asupan makanan Anda. Perbanyak makan buah sayur dan hindari berbagai jenis makanan yang tinggi lemak dan gula.
  • Hindari stres. Lakukan berbagai hal yang Anda sukai seperti membaca buku atau mendengarkan musik untuk menghindari stres.
  • Olahraga teratur. Namun, tanyakan pada dokter terkait olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Segera hubungi dokter jika Anda mengalami nyeri sendi disertai demam yang tak kunjung membaik meski sudah minum obat.
  • Hindari minum alkohol selama Anda menjalani terapi pengobatan.

* Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Keperawatan di Universitas De La Salle Manado

Bagikan !
Beri Donasi

ZONAPEDIA

Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 24 dan 25 Maret 2020

Perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 24 dan 25 Maret 2020

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi, dan Bumi dengan Bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu. Salah satu penentuan waktu adalah penentuan awal bulan Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi.

Penentuan awal bulan Hijriah ini sangat penting bagi umat Islam dalam penentuan awal tahun baru Hijriah, awal bulan Ramadlan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi pemerintah salah satu tupoksinya adalah memberikan pelayanan data tanda waktu dalam penentuan awal bulan Hijriah. Untuk itu, BMKG menyampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam, pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 24 dan 25 Maret 2020 Masehi sebagai penentu awal bulan Sya’ban 1441 Hijriah.

Berikut penjelasan pihak BMKG:

Konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima’ adalah peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi. Peristiwa ini akan kembali terjadi pada hari Selasa, 24 Maret 2020 Masehi, pukul 09.28 UT atau pukul 16.28 WIB atau pukul 17.28 WITA atau pukul 18.28 WIT, yaitu saat nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 4,203⁰.

Periode sinodis Bulan terhitung sejak konjungsi sebelumnya hingga konjungsi yang akan datang ini adalah 29 hari 17 jam 56 menit. Waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizonteramati.

zonautara.com
Peta ketinggian Hilal tanggal 24 Maret 2020 untuk pengamat antara 60⁰ LU s.d. 60⁰ LS.(Sumber: BMKG)

Di wilayah Indonesia pada tanggal 24 Februari 2020, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.46 WIT di Waris, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.49 WIB di Sabang, Aceh.

Dengan memerhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi setelah Matahari terbenam tanggal 24 Februari 2020 di wilayah Indonesia bagian Timur dan sebelum Matahari terbenam tanggal 24 Maret 2020 di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Barat.

Berdasarkan hal-hal di atas, secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Sya’ban 1441 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya dapat dibagi dua. Bagi pengamat di wilayah Indonesia Timur, pelaksanaan rukyatnya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 24 Maret 2020.

Adapun bagi pengamat di wilayah Indonesia Tengah dan Barat, pelaksanaan rukyatnya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 25 Maret 2020. Sementara itu bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Sya’ban 1441 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 24 dan 25 Maret 2020 tersebut.

zonautara.com
Peta ketinggian Hilal tanggal 25 Maret 2020 untuk pengamat antara 60⁰ LU s.d. 60⁰ LS. (Sumber: BMKG)

Konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima’ akan kembali terjadi pada hari Selasa, 24 Maret 2020 M, pukul 09.28 UT atau pukul 16.28 WIB atau pukul 17.28 WITA atau pukul 18.28 WIT. Di wilayah Indonesia pada tanggal 24 Februari 2020, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.46 WIT di Waris, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.49 WIB di Sabang, Aceh.

Dengan memerhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi setelah Matahari terbenam tanggal 24 Februari 2020 di wilayah Indonesia bagian Timur dan sebelum Matahari terbenam tanggal 24 Maret 2020 di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Barat.

Secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Sya’ban 1441 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya dapat dibagi dua. Bagi pengamat di wilayah Indonesia Timur, pelaksanaan rukyatnya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 24 Maret 2020.

Adapun bagi pengamat di wilayah Indonesia Tengah dan Barat, pelaksanaan rukyatnya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 25 Maret 2020. Sementara itu bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Sya’ban 1441 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 24 dan 25 Maret 2020 tersebut.

Ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 24 Maret 2020 berkisar antara 0,52⁰ di Melonguane, Sulawesi Utara sampai dengan 1,73⁰ di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Adapun ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 25 Maret 2020 berkisar antara 9,91⁰ di Merauke, Papua sampai dengan 11,2⁰ di Calang, Aceh 4.

Elongasi saat Matahari terbenam tanggal 24 Maret 2020 di Indonesia berkisar antara 4,52⁰ di Seba, Nusa Tenggara Timur sampai dengan 4,74⁰ di Melonguane, Sulawesi Utara. Adapun Elongasi saat Matahari terbenam tanggal 24 Maret 2020 di Indonesia berkisar antara 10,73⁰ di Waris, Papua sampai dengan 12,00⁰ di Sabang, Aceh.

Umur bulan di Indonesia pada tanggal 24 Maret 2020 berkisar antara -0,7 jam di Waris, Papua sampai dengan 2,35 jam di Sabang, Aceh. Adapun umur bulan di Indonesia pada tanggal 25 Maret 2020 berkisar antara 23,3 jam di Waris, Papua sampai dengan 26,35 jam di Sabang, Aceh.

Lag saat Matahari terbenam di Indonesia tanggal 24 Maret 2020 berkisar antara 3,54 menit di Melonguane, Sulawesi Utara sampai dengan 9,23 menit di Parigi, Jawa Barat. Sementara lag saat Matahari terbenam di Indonesia tanggal 25 Maret 2020 berkisar antara 44,09 menit di Waris, Papua sampai dengan 49,37 menit di Sabang, Aceh.

Fraksi Ilumiaasi Bulan (FIB) pada tanggal 24 Maret 2020 berkisar antara 0,156% di Seba, Nusa Tenggara Timur sampai dengan 0,172% di Melonguane, Sulawesi Utara. Adapun FIB pada tanggal 25 Maret 2020 berkisar antara 0,88% di Waris, Papua sampai dengan 1,10% di Sabang, Aceh.

Pada tanggal 24 Maret 2020, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam tidak ada objek astronomis lainnya dengan dengan jarak sudut lebih kecil daripada 5⁰ dari Bulan. Demikian juga pada tanggal 25 Maret 2020, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam tidak ada objek astronomis lainnya dengan dengan jarak sudut lebih kecil daripada 5⁰ dari Bulan.

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com