Connect with us

CARI TAHU

Coronavirus: 99 persen orang meninggal di Italia karena penyakit lain

Usia rata-rata yang meninggal adalah 79,5 tahun.

Bagikan !

Published

on

Seorang dokter di Roma sedang berada di ruang rawat khusus pasien coronavirus. (Foto: AFP)
  • Otoritas kesehatan Italia sedang mencari catatan medis untuk memahami mengapa tingkat kematian negara itu sangat tinggi.
  • Usia rata-rata orang yang meninggal adalah 79,5 tahun dan lebih dari tiga perempat memiliki tekanan darah tinggi, sementara sekitar sepertiga menderita diabetes.

ZONAUTARA.COM – Menurut sebuah studi yang dilakukan otoritas kesehatan nasional Italia menyebutkan bahwa, lebih dari 99 persen orang meninggal karena coronavirus di negara itu, memiliki kondisi medis sebelumnya.

Setelah kematian akibat virus mencapai lebih dari 2.500 orang, dengan peningkatan 150 persen dalam seminggu terakhir, otoritas kesehatan Italia telah menyisir data untuk memberikan petunjuk membantu memerangi penyebaran penyakit ini.

Pemerintah Perdana Menteri Giuseppe Conte sedang mengevaluasi apakah akan memperpanjang kebijakan lockdown secara nasional hingga April.

Diakses pada laman Worldometers.info Sabtu (21/3/2020) pagi ini, jumlah kasus di Italia telah mencapai 47.021 dengan 4.032 kematian.

Studi baru dapat memberikan wawasan tentang mengapa tingkat kematian di Italia, berada pada angka sekitar 8 persen dari total orang yang terinfeksi, lebih tinggi daripada di negara lain.

Lembaga yang bermarkas di Roma ini telah memeriksa catatan medis sekitar 18 persen dari kematian akibat virus korona di negara itu, dan menemukan bahwa hanya tiga korban, atau 0,8 persen, tidak memiliki patologi sebelumnya.

Hampir setengah dari korban menderita setidaknya tiga penyakit sebelumnya dan sekitar seperempat memiliki satu atau dua kondisi sebelumnya.

Lebih dari 75 persen memiliki tekanan darah tinggi, sekitar 35 persen menderita diabetes dan sepertiga menderita penyakit jantung.

Jumlah kematian harian di Italia per Sabtu (20/3/2020)

Usia rata-rata mereka yang telah meninggal akibat virus di Italia adalah 79,5 tahun. Pada 17 Maret, 17 orang di bawah usia 50 tahun meninggal karena penyakit tersebut. Semua korban di Italia di bawah 40 tahun adalah laki-laki dengan kondisi medis serius.

Sementara data yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan perlambatan dalam peningkatan kasus, dengan kenaikan 12,6 persen.

Menurut Yayasan GIMBE, sekitar 100.000 orang di Italia telah tertular virus tersebut, sebagaimana dinukil dari harian Il Sole 24 Ore. Angka prediksi ini akan membawa tingkat kematian di Italia lebih dekat ke rata-rata global yakni sekitar 2 persen.

Sementara itu, gubernur wilayah yang paling parah terkena infeksi, memperingatkan warga bahwa jika mereka tidak tinggal di rumah sebagaimana diminta pemerintah, pihaknya akan meminta pemerintah pusat untuk melakukan tindakan yang lebih keras.

Perbandingan orang meninggal dan sembuh di Italia per Sabtu (20/3/2020)

Pihak berwenang Italia mengatakan terlalu banyak orang yang melanggar keputusan nasional pada minggu lalu. Orang-orang masih keluar rumah untuk pergi ke tempat kerja, membeli makanan atau keperluan lain atau berjalan-jalan santai atau berolahraga di luar rumah.

Dari ratusan ribu orang yang dihentikan oleh polisi untuk pemeriksaan, puluhan ribu orang telah sengaja keluar rumah tanpa alasan yang penting.

Gubernur Lombardy Attilio Fontana mengatakan pada konferensi pers di hari Rabu bahwa “setiap kali anda keluar dari rumah, Anda menempatkan diri Anda dan orang lain dalam risiko terinfeksi Covid-19”.

Seorang menteri pemerintah Italia mengisyaratkan bahwa beberapa langkah seperti penutupan sekolah akan diperpanjang melewati tanggal 3 April yang sudah ditetapkan selama ini.

Paus Fransiskus pada hari Rabu menekankan pentingnya keluarga dan orang-orang terdekat membuat aksi solidaritas saling menguatkan satu sama lain, selama masa isolasi.

“Kita harus menemukan kembali sifat konkret dari hal-hal kecil, membuat gerakan kecil terhadap orang-orang di sekitar kita, keluarga dan teman,” kata Paus yang berusia 83 tahun itu kepada surat kabar La Repubblica.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

ZONAPEDIA

Fakta unik tentang Bumi dan kehidupan (Seri 3)

Dimana letaknya air terjun api, kenapa manusia takut dan beberapa fakta lainnya.

Bagikan !

Published

on

Bunglon
Bunglon / Ilustrasi dari Pixabay.com

Masih dengan topik fakta-fakta unik tentang bumi dan kehidupan. Masih ada loh fakta-fakta menarik dan perlu kamu ketahui.

Air terjun api abadi

Sumber: Instagram

Di Taman Yosemite Lodge di New York Barat ada air terjun kecil bernama eternal flame falls atau air terjun api abadi. Ada gas alam yang keluar dari dasar gua dibalik air terjun ini yang bisa disulut sehingga menghasilkan bara api kecil di balik tirai air terjun ini.

Takut bikin happy

Tahukah kamu… ternyata rasa takut bisa menciptakan euforia. Rasa takut bisa membuatmu senang asalkan tidak ada bahaya yang mengikuti. Itu sebabnya banyak orang tergila gila menonton film horor.

Pinguin punya lutut

Hewan lucu satu ini dengan telapak kaki yang terlihat tanpa tangkai ini ternyata memiliki lutut. Persendian lutut pada hewan pinguin terletak lebih tinggi dari biasanya. Sendi ini terletak lebih ke atas pada bagian seharusnya pinggul berada. Sementara sendi pinggulnya berada jauh di dekat ekor.

Danau Abraham

Sumber: curiocity

Di Kanada terdapat sebuah danau yaitu Danau Abraham. Pada musim dingin air dari danau ini akan dipenuhi bola-bola putih menyerupai bola-bola salju. Gelembung es indah ini ternyata adalah kantong gas metana super berbahaya dan mudah terbakar.

Bunglon

Panjang lidah bunglon hampir dua kali panjang tubuhnya. Kalau manusia juga bisa seperti ini, lidah kita bisa mencapai 3 – 4 meter.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com