Connect with us

ZONA TERKINI

Corona: DKI Jakarta terbanyak, ini 5 provinsi diatas 10 kasus

Ada 31 orang meninggal di DKI Jakarta karena corona.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com
Antisipasi Corona.(Image: pexels.com/Heorhii Heorhiichuk)

ZONAUTARA.COM – Provinsi DKI Jakarta menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia. Ibukota negara ini, hingga Senin (24/3/2020) mencatat 424 kasus positif yang terjangkit.

Dari 424 kasus terkonfirmasi itu, ada sebanyak 23 orang yang dinyatakan sudah sembuh.

Baca pula: Kebutuhan alat tes Covid-19 akan dikirim ke 10 provinsi

Sementara rasio kematian di DKI Jakarta sebesar 7,3 persen atau 31 orang meninggal sejak virus ini pertama kali ditemukan menjangkit di Indonesia.

Selain DKI Jakarta, ada 5 provinsi lainnya, yang kini angka kasusnya sudah mencapai lebih dari 10 kasus.

ProvinsiKasusSembuhMeninggalRasio
Kematian
Banten65146,2%
Jawa Barat6051016,7%
Jawa Timur51012,0%
Jawa Tengah190315,8%
Kaltim110
Data dari kawalcovid19.com diakses pada 25/3 pukul 08.00 WITA

Selain enam provinsi di atas ada 18 provinsi lainnya yang sudah mencatat kasus Covid-19, termasuk di Sulut dengan dua kasus positif.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

HEADLINE

Mengapa kasus baru positif corona di Sulut melonjak tinggi?

Masih ada 1433 sampel swab test yang belum keluar hasilnya.

Bagikan !

Published

on

Petugas dari Dinkes Prov. Sulut bersiap mengirim sampel covid-19 untuk diperiksa di laboratorium. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Pada Rabu (8/7/2020) kemarin, Satgas Covid-19 Sulawesi Utara melaporkan kasus baru positif terkonfirmasi virus corona yang sangat tinggi.

Angka kasus baru positif ini bahkan menjadi rekor tertinggi kasus harian yang pernah diumumkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulut.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, ada 89 kasus baru yang diumumkan pada Rabu kemarin.

Penambahan 89 kasus baru ini, membuat masyarakat Sulut terkejut. Pasalnya dalam beberapa hari terakhir, angka penambahan kasus harian cenderung menurun. Misalnya pada tanggal 3 Juli hanya 19 kasus baru, tanggal 4 Juli ada 13 kasus baru, bahkan pada tanggal 6 Juli hanya ada 10 kasus baru, yang diikuti dengan angka orang sembuh yang jauh lebih tinggi.

Menanggapi tingginya angka kasus baru tersebut, Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel memberi penjelasan melalui rilis tertulis yang diterima oleh Zonautara.com.

Menurut Dandel, sepanjang tujuh hari terakhir hasil swab dari laboratorium PCR di luar Provinsi Sulut sudah keluar. Sebagaimana diketahui kebijakan pengiriman sampel swab ke laboratorium di luar Sulut, diambil untuk mengatasi gap antara masifnya jumlah sampel yang dikumpulkan oleh jejaring surveilans dengan kemampuan laboratorium yang ada di Sulut.

“Jejaring surveilans rata-rata mengambil swab 400 hingga 600 sampe per hari, semetara kemampuan dua laboratoriumPCR di Sulut masih terbatas memeriksa antara 200 hingga 300 sampel per hari,” jelas Dandel.

Dalam waktu dekat menurut Dandel, kapasitas pemeriksaan sampel swab di sulut akan ditingkatkan menjadi 1000 sampel per hari.

Laporan Satgas Covid-19 Sulut menyebutkan, sejak pertengahan Juni hingga 7 Juli 2020, sebanyak 3.755 sampel telah dikirim ke laboratorium di luar daerah.

“Laboratorium yang dimaksud adalah Laboratorium BTKL PP Makasar, Laboratorium BBLK Jakarta, Laboratorium LBM Eijkman Jakarat dan Laboratorium Bapelitbangkes Kemenkes RI di Jakarta,” rinci Dandel.

Rincian Satgas Covid-19 Sulut, ada 2322 sampel swab yang sudah keluar hasilnya dimana 1923 hasilnya negatif dan sebanyak 393 hasilnya positif.

“Terdapat dua sampel yang inkonclusive dan empat sampel invalid. Masih ada 1433 sampel yang ditunggu hasilnya,” jelas Dandel.

Melihat data-data yang disodorkan Satgas Covid-19 Sulut, bisa diprediksi bahwa dalam beberapa hari kedepan, kasus baru positif virus corona masih akan terus bertambah.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com