Connect with us

CARI TAHU

Ini beberapa hoax terkait virus corona dan cari tahu faktanya

Apakah benar ratusan peti mati di Gereja Bergamo di Italia adalah jenazah korban virus corona?

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM – Seiring dengan mewabahnya virus corona di dunia, serta semakin mengalirnya informasi tentang pandemi ini, meningkat pula pabrikasi hoax yang disebar orang-orang tak bertanggungjawab.

Bagi pengguna media sosial, dianjurkan untuk tidak segera menyebar semua informasi yang diterima. Lakukan tindakan bijak dengan mengecek apakah informasi yang didapat itu benar atau hoax.

Organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) secara rutin melakukan penelusuran cek fakta terhadap hoax yang beredar di masyarakat.

MAFINDO memiliki situs TurnBackHoax.ID yang secara rutin mempublish hasil cek fakta mereka. Organisasi ini juga mengelola group di Facebook yang diberi nama Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (FAFHH).

Berikut beberapa hoax yang sudah dilakukan penelusuran cek faktanya.


[SALAH]: Tenaga Medis China Didatangkan untuk membantu menangani Covid-19 di Indonesia

Ini bukan tenaga medis dari China. orang-orang yang memakai APD lengkap itu adalah warga Tiongkok yang ingin berangkat ke China menggunakan maskapai Kamboja yang disewa, lantaran penerbangan dari dan ke tanah daratan China masih ditutup.

Selengkapnya baca disini: https://bit.ly/3bvkw4E


[SALAH] Kanika Kapoor tularkan virus corona ke Pangeran Charles

Gambar ini sudah ada sejak tahun 2015, tidak ada kaitan sama sekali dengan virus corona.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: https://bit.ly/3as4ubK


[SALAH] Muncul virus baru di China bernama #Hantavirus

Bukan virus baru. Virus Hanta pertama kali ditemukan pada 1950. Virus Hanta yang menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), pernah mewabah di AS pada 1993. Virus Hanta adalah virus yang menyebar terutama dari tikus dan dapat menyebabkan beragam sindrom penyakit. Manusia bisa tertular jika terpapar urin, kotoran, atau air liur dari tikus.

Selengkapnya baca di sini: https://bit.ly/2WNacRm


[SALAH] Foto ratusan peti mati di Gereja Bergamo Italia berisi jenazah korban virus corona

Tidak terkait COVID-19. Foto tahun 2013, foto peti mati imigran asal Eritrea dan Somalia korban kapal tenggelam di lepas pantai Italia Selatan pada 3 Oktober 2013.

Selengkapnya baca di sini: https://bit.ly/2WOKmMX


Kami akan terus mengupdate hasil penelusuran cek fakta dari hoax yang beredar.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

CARI TAHU

Sudah rindu nge-mal dan nongkrong di kafe? Ini aturannya saat New Normal

Semuanya harus dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pexels.com

ZONAUTARA.com – Masa karantina berbulan-bulan membuat kita lupa bagaimana rasanya jalan-jalan di mal dan nongkrong di kafe bersama teman-teman.

Nah, kini pemerintah tengah menyiapkan New Normal agar warga bisa beraktifitas kembali tapi dengan mematuhi aturan atau protokol penanganan covid-19.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan aturan tentang pedoman tatanan normal baru (New Normal) produktif dan aman Coronavirus Disease 2019.

Di dalamnya mengatur protokol kegiatan untuk toko dan pusat komersial seperti pusat perbelanjaan, butik, supermarket, dan bank yang harus menetapkan jumlah maksimum orang yang bisa memasuki tempat tersebut.

Pusat perbelanjaan juga harus gencar-gencarnya mensosialisasikan transaksi online dan metode pembayaran tanpa uang tunai (cashless).

Pengelola mal harus membatasi jumlah orang yang masuk lift dan harus mulai memperbanyak mesin penjual makanan/minuman otomatis daripada mengoperasikan kafetaria. Hal tersebut bertujuan untuk untuk mengurangi kontak langsung.

Menerapkan aturan jarak fisik, dan semua fasilitas berjarak satu meter dan lebih disarankan dua meter. Dan juga tetap dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Selain pusat perbelanjaan, salon dan spa juga sudah diijinkan beroperasi. Tetapi para pegawai harus menggunakan masker dan sarung tangan. Harus sering-sering mencuci tangan dan membersihkan alat-alat mereka dengan cairan disinfektan.

Penerapan aturan juga berlaku untuk restorant dan kafe, dimana sesuai surat yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, pengunjung maksimal 40% dari jumlah kunjungan saat kondisi normal, dan jumlah para pengunjung harus dibatasi.

Pemeriksaan kontrol ketat di setiap pintu masuk dan keluar untuk mencegah terjadinya kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan.

Pengelola dan pegawai atau petugas juga harus negatif COVID-19 berdasarkan bukti hasil tes PCR/Rapid yang dilakukan pemilik atau dinas kesehatan setempat. Selain itu menggunakan masker, face shield dan sarung tangan selama beraktivitas.

Editor: Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com