Connect with us

ZONA TERKINI

Maklumat Kapolri ditegaskan kembali, polisi akan bertindak

Kapolir mengimbau masyarakat tidak berkumpul.

Bagikan !

Published

on

Maklumat Kapolri Mengantisipasi Penyebaran Pandemik Covid- 19 di Tengah Masyarakat

ZONAUTARA.COM – Polisi Republik Indonesia (Polri) mengeluarkan Maklumat Kapolri terkait mewabahnya penyakit Covid – 19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2. Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak menyampaikan maklumat tersebut dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta pada Sabtu (4/4).

Menindaklanjuti kebijakan pemerintah untuk menjaga jarak di kerumunan atau antar individu, Kapolri mengeluarkan maklumat yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk berupaya tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak, atau melakukan kegiatan baik kegiatan sosial seperti rapat.

“Kita berusaha untuk menjaga jarak, melakukan physical distancing secara disiplin dan aparat Polri diperintahkan sesuai dengan maklumat Kapolri untuk melakukan penindakan. Polri akan melakukan dengan cara humanis, dengan sopan, akan melakukan peneguran,” ucap Herry.

Pihaknya mengimbau masyarakat tidak berkumpul. Bila hal tersebut tidak ditaati, kepolisian akan melakukan tindakan tegas.

“Kemudian juga kami berharap, bahwa kegiatan ini juga akan disosialisasikan dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polri di daerah dari tingkat Mabes Polri, Polda, Polres, Polsek, bahkan ke Babinkamtibmas, bersama-sama dengan aparat desa dan Babinsa,” tambahnya.

Kapolri telah menginstruksikan kepada seluruh aparat kepolisian untuk mensosialisasikan maklumat ini dan menyampaikan terus menerus kepada masyarakat. Masyarakat diharapkan memahami imbauan menjaga jarak karena upaya tersebut sangat penting dalam memutus penyebaran Covid – 19.

Terkait dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar, Polri mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berkumpul, mengumpulkan orang banyak.

“Kemudian juga meminta kepada semua masyarakat untuk tidak pulang kampung, atau tidak mudik untuk kita bersama-sama berusaha untuk mencegah penyebaran covid-19 ini,” pesan Irjen Pol. Herry.

Polri bersama dengan aparat pemerintah lain sudah menyusun sekian banyak skenario.

“Apabila hal ini harus dilakukan nanti. terutama untuk kita berusaha, agar masyarakat menjadi paham, dan mengerti, bahwa berpindahannya masyarakat dari Jakarta misalnya, ke daerah-daerah itu juga sangat berpotensi untuk membawa virus ke daerah,” katanya.

Pada akhir pernyataan, Irjen Pol. Herry mengatakan bahwa aparat Polri dan TNI akan diterjunkan di semua titik untuk mengamankan kebijakan ini. Ia berharap masyarakat dapat dengan disiplin mematuhi imbauan pemerintah sehingga penyebaran virus tidak meluas. (*)

Bagikan !

ZONA TERKINI

Hari ini ada 6 kasus baru dari Klaster Pinasungkulan

Klaster ini merupakan salah satu klaster terbesar di Sulut.

Bagikan !

Published

on

Rekayasa jarak pedagang di Pasar Pinasungkulan Manado. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Salah satu klaster penularan yang cukup besar di Kota Manado adalah klaster Pasar Pinasungkulan, yang ada di Karombasan.

Penularan covid-19 di klaster tersebut hingga kini masih terus berlangsung.

Dari 23 kasus baru positif terkonfirmasi covid-19 yang diumumkan hari ini oleh Satgas Covid-19 Sulut, enam diantaranya merupakan bagian dari Klaster Pasar Pinasungkulan.

“Kasus 355 yang merupakan seorang perempuan berusia 35 tahun asal Manado, bagian dari Klaster Pinasungkulan,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel.

Dandel juga merinci kasus lain yang masuk dalam klaster pasar Pinasungkulan adalah Kasus 356, Kasus 359, Kasus 360, Kasus 372 dan Kasus 374.

Selengkapnya lihat daftar 23 kasus baru positif di Sulut pada 3 Juni.

Dari catatan zonautara.com, jumlah kasus positif yang merupakan bagian dari klaster Pasar Pinasungkulan hingga kini sudah mencapai sekitar 31 kasus.

Pemerintah Kota Manado sendiri telah berupaya mencegah penularan di Pasar Pinasungkulan dengan merekayasa tempat berjualan para pedagang.

Sejumlah protokol kesehatan juga diterapkan di salah satu pasar tradisional terbesar di Sulut ini, baik bagi pedagang maupun pembeli.

Klaster Pasar Pinasungkulan berawal dari Kasus 41, seorang laki-laki berusia 68 tahun yang tidak memiliki riwayat perjalanan. Yang bersangkutan diumumkan positif pada 28 April setelah dirawat seminggu sebelumnya dan meninggal dunia pada 30 April.

Hingga kini kasus positif pertama kali di klaster ini belum diketahui tertular darimana.

Sampai dengan tanggal 3 Juni 2020, Sulut telah mencatat secara akumulatif jumlah kasus positif sebanyak 377 kasus, dimana sebanyak 275 pasien yang sedang dirawat, 40 orang meninggal dunia dan 62 orang sudah dinyatakan pulih atau sembuh.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com