Connect with us

ZONA TERKINI

Update corona Indonesia 28 Mei: 24.538 kasus, 6.240 sembuh, 1.496 meninggal

Hari ini ada penambahan 687 kasus baru positif.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pixabay.com

ZONAUTARA.COM – Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali memberikan update data perkembangan kasus virus corona pada Kamis, 28 Mei 2020.

Data perkembangan dari seluruh provinsi di Indonesia tersebut dihimpun hingga pukul 12.00 WIB.

Dari data yang diupdate melalui situs covid19.go.id, beberapa data penting yang dihimpun dalam 24 jam terakhir itu, sebagai berikut:

1. Sudah ada 24.538 kasus positif terkonfirmasi virus corona.
2. Yang sembuh sudah sebanyak 6.240 orang.
3. Jumlah orang yang meninggal sudah sebanyak 1.496 orang.

Hari ini, kasus baru positif terkonfirmasi yang tercatat sebanyak 687 kasus, yang tersebar di sejumlah provinsi.

Sementara jumlah orang yang sembuh dilaporkan bertambah 183 orang dan yang meninggal dunia bertambah ada 23 orang.

“Kita harus melaksanakan testing secara masif dan perawatan yang maksimal,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

Pada Rabu (27/5) kemarin pemerintah mengumumkan ada 686 kasus baru positif yang tersebar di sejumlah daerah.

Masyarakat juga dapat melihat perkembangan data terkait covid-19 melalui situs resmi pemerintah di covid19.go.id, dan akun media sosial resmi BNPB.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

Lingkungan dan Konservasi

Juli masih hujan, BMKG prediksi 2020 tak ada kemarau panjang

El Nino pada 2020 pertumbuhannya netral.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pixabay.com

ZONAUTARA.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan, kemarau panjang yang terjadi di 2019 diprediksi tidak berlanjut pada 2020.

Hal ini berdasarkan analisis dari BMKG, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan National Aeronautics and Space Administration (NASA).

“Diprediksi tidak akan terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, yang panjang seperti tahun lalu,” ujar Dwikorita, saat memberikan paparan pada acara Kaleidoskop Bencana 2019 dan Outlook bencana 2020 di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Kondisi ini, kata dia, dipengaruhi oleh dua hal.

Pertama, tidak terdapat indikasi fenomena perbedaan signifikan suhu air laut antara Samudera Hindia di sebelah barat daya Pulau Sumatera dengan sebelah Timur Afrika.

“Sehingga bisa dikatakan suhu permukaan air laut di Indonesia juga normal. Artinya diprediksi seperti itu (diprediksi kemarau tidak panjang),” kata Dwikorita.

Kedua, berdasarkan analisis BMKG dan dua lembaga di atas, diprediksi bahwa El Nino pada 2020 pertumbuhannya netral. Kondisi seperti ini, ujar Dwikorita, terjadi hingga Juni 2020.

“Jadi prediksi ini berlaku sampai Juni. Kondisinya netral,” tambah dia.

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan, musim kemarau pada 2020 diperkirakan akan dimulai pada April dan berakhir pada Oktober. Akan tetapi, dia mengingatkan tahapan musim kemarau akan terjadi tidak serempak di seluruh wilayah.

“Mulainya dan berakhirnya juga tidak serempak. Mulai April terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tutur Dwikorita.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com