Connect with us

Zona Minsel

Rumoong Atas Dua jadi “Kampung Tangguh” karena tak labeli stigma negatif warganya yang positif covid-19

Kasus positif covid-19 di Minsel berasal dari desa ini.

Bagikan !

Published

on

Pemdes Rumoong Atas Dua menyerahkan bantuan untuk relawan perbatasan.

MINSEL, ZONAUTARA.COM – Kapolres Minahasa Selatan, AKBP Bangun Widi Septo SIK bersama dengan Kajari serta Assiten 1 Minahasa Selatan (Minsel), berkunjung ke Desa Rumoong Atas Dua, Sabtu (3/7/2020).

Kunjungan tersebut dalam rangka ditetapkannya Desa Rumoong Atas Dua sebagai “Kampung Tangguh” Polres Minsel, Kunjungan ini juga melantik pengurus yang akan bekerjasama nanti.

“Rumoong Atas Dua dipilih karena kerjasamanya kuat dalam penanganan kasus Covid-19 pertama di Minsel, seperti yang sudah kita ketahui bahwa kasus positif pertama ada di kampung ini pada bulan Juni lalu”, ungkap Kapolres AKBP Bangun Septo.

Dalam acara tersebut himbauan tentang aturan New Normal tetap menjadi prioritas. Tempat duduk diatur dengan jarak tertentu serta setiap peserta acara harus memakai masker.

Hukum Tua Desa Rumoong Atas Dua, Franky Rungkat saat ditemui juga menyatakan selalu mengedukasi masyarakatnya tentang aturan dalam new normal ini.

“Masyarakat Desa Rumoong Atas Dua selalu diimbau dalam pelaksanaan new normal ini tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti cuci tangan, jaga jarak dan pakai masker. Simpel dan mudah”, ucap Franky.

Franky juga menambahkan bahwa masyarakat Rumoong Atas Dua dari dulu hingga saat ini menjadikan persatuan hal yang paling utama. Hal itu terlihat saat menghadapi kasus covid-19 pertama kali di Minsel yang merupakan warga Desa Rumoong Atas Dua.

Masyarakat di desa tetap saling berbagi terhadap keluarga yang dinyatakan positif terjangkit covid-19, dan tidak melabeli dengan stigma negatif.

“Kami tetap bersama dengan warga sekitar terus menerus membantu keluarga pasien covid-19. Tidak ada yang menjauhi atau menolak”, ungkap Sekdes Rumoong Atas Dua, Onal Warokka.


Berita ini merupakan hasil sindikasi Zonautara.com dengan Kompaq.id

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Zona Minsel

Pengucapan Minsel: warga Lansot Timur patuhi protokol kesehatan covid-19

Warga dilarang terima tamu, portal masuk desa ditutup.

Bagikan !

Published

on

Pengucapan Syukur Minsel
Foto: Kompaq.id

MINSEL ZONAUTARA.COM – Tradisi Pengucapan Syukur di Minahasa Selatan (Minsel) pada tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi covid-19 telah membuat tradisi masyarakat yang biasanya berkumpul dan saling mengunjungi saat hari Pengucapan Syukur digelar, kini tidak terlihat. Meski tradisi itu tetap digelar.

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu melalui Surat Edaran mengimbau ibadah Pengucapan Syukur, yang jatuh pada Minggu (12/7/2020) dilakukan di rumah masing-masing, demi memutus rantai penularan covid-19.

Imbauan Bupati tersebut, juga ditindaklanjuti oleh Pemerintah Desa Lansot Timur, Kecamatan Tareran. Melalui kesepakatan bersama, warga di desa ini tidak membolehkan ada tamu yang berkunjung dan masuk di Lansot Timur.

“Portal jalan masuk desa tetap kami tutup dan mengimbau warga desa tidak mengundang tamu dari luar, meski sedang merayakan Pengucapan Syukur,” ujar Kasie Pemerintahan Desa Lansot Timur, Christian Karundeng kepada wartawan Kompaq.id, media sindikasi Zonautara.com, Minggu (12/7).

Plt. Hukum Tua (kepala desa) Lansot Timur Grace Kondoj, mengiyakan bahwa aturan penutupan portal tersebut dibuat demi kepentingan bersama.

“Ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati. Jadi jika ada rumah yang tetap menerima tamu dari luar, akan kami minta balik ke tempat asal mereka,” kata Grace.

Dari pantauan situasi, warga di Lansot Timur terlihat patuh dengan imbauan tersebut.

Lalu lintas sepi

Imbauan pemerintah untuk membatasi aktivitas sosial pada masa pandemi, memengaruhi lalu lintas kendaraan yang biasanya sangat padat pada saat perayaan Pengucapan Syukur di Minsel.

Di ruas jalan perbatasan Desa Lansot dan Rumoong Atas Dua, hanya terlihat beberapa kendaraan yang melintas.

“Hari ini dari pagi sampai sore hanya terlihat satu dua kendaraan yang melewati posko kami. Tidak ada kemacetan, seperti saat Pengucapan Syukur tahun lalu. Kalau tahun lalu, jam 10 pagi, kendaraan sudah macet,” ujar Steven Karundeng, petugas yang berjaga di posko.

Penumpukan kendaraan memang sempat terjadi di lokasi perbatasan masuk Minsel. Namun Kapolsek Tareran Ipda Betsy Lumi menjelaskan bahwa penumpukan kendaraan tersebut masih seperti hari-hari sebelumnya.

“Protokol kesehatan wajib diterapkan bagi seluruh pelaku perjalanan yang akan melewati Minsel. Tapi hari ini kami tidak mengijinkan tamu berkunjung ke Minsel, sesuai dengan Surat Edaran Bupati serta Maklumat Kapolres Minsel,” ujar Lumi.


Berita ini merupakan hasil sindikasi Zonautara.com dengan Kompaq.id

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com