Anak muda perokok elektrik atau Vape beresiko terinfeksi covid-19

5 mins read
Foto oleh Eduardo Lempo dari Pexels
Foto ilustrasi merokok vape oleh Eduardo Lempo dari Pexels

ZONAUTARA.com – Berbagai macam penelitian mengenai pola infeksi virus corona terus bermunculan yang berfungsi untuk memahami individu individu yang rentan atau bereesiko tinggi terinfeksi.

Dari berbagai macam penelitian, faktor usia menjadi salah satu faktor yang beresiko tinggi. orang dengan usia diatas 65 tahun sangat rentan terhadap infeksi, sementara anak muda lebih cenderung ke gejala ringan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) membuat daftar faktor kesehatan yang dapat meningkatkan kerentanan. Sebagian besar adalah penyakit kronis yang memengaruhi status kesehatan.

Penggunaan zat yang dihirup melalui rokok dan rokok elektrik atau vape menjadi faktor kerentanan terhadap infeksi covid-19.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Adolecent Health dengan menggunakan data nasional untuk memperkirakan jumlah korban perokok konvensional dan vape terhadap covid-19 untuk kelompok dewasa muda.

Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa hampir satu dari tiga orang dewasa muda dengan rentan usia 18 sampai 25 tahun di Amerika Serikat (AS) berada pada resiko tinggi. walaupun resiko itu turun pada mereka yang tidak merokok atau yang menggunakan vape dan rokok elektrik.

Hal ini berarti bahwa, para orang dewasa muda yang merokok atau menggunakan rokok elektrik atau vape dapat menggandakan resiko infeksi Covid-19.

Karena merokok dan menggunakan rokok elektrik atau vape bisa menyebabkan cedera paru-paru dan berpotensi mengancam cadangan udara di paru-paru. bahkan penggunaan zat juga sangat dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan bisa mengakibatkan berkurangnya kapasitas tubuh dalam melawan infeksi.

Baca Pula:  6 tanda hubungan yang kamu jalani healthy relationship

Sebuah studi menemukan bahwa remaja dan dewasa muda lima kali lebih mungkin melaporkan gejala covid-19 dan tujuh kali lebih mungkin untuk didiagnosa menderita penyakit tersebut jika mereka merokok atau menggunakan rokok elektrik dan vape.

Dalam sebuah analisa gabungan data dari berbagai penelitian, mendapatkan fakta bahwa dari sekian banyak orang yang terinfeksi covid-19, mereka yang mempunyai riwayat merokok memiliki kemungkinan dua kali lipat mengalami perkembangan penyakit tersebut.

Pada Juni 2020, lebih dari 2,1 juta orang telah terinfeksi, dan sekitar 116.000 telah meninggal akibat covid-19 di AS. Jumlahnya terus meningkat dari waktu ke waktu. Penggunaan rokok, vape, dan rokok elektronik merusak sistem pernapasan, sehingga berpotensi meningkatkan risiko mengalami gejala terkait covid-19, diagnosis positif, dan hasil kesehatan yang memburuk.

Sebuah meta-analisis dari penelitian yang sebagian besar di China menemukan bahwa perokok berisiko tinggi berkembangnya covid-19 dibandingkan dengan non-perokok. Rawat inap di AS menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti obesitas, jenis kelamin pria, dan usia yang lebih tua dikaitkan dengan covid-19.

Meskipun remaja memiliki risiko yang relatif lebih rendah untuk tertular covid-19 dibandingkan dengan orang dewasa yang lebih tua, mengingat proporsi remaja yang menggunakan rokok elektrik, penggunaan rokok elektrik, dan rokok pada remaja dapat menjadi faktor risiko penting untuk covid-19.

Baca Pula:  Koramil 02 Siau dan Polsek Sibar salurkan bapok kepada masyarakat

Meningkatkan resiko penularan

Merokok dan menggunakan rokok elektrik atau vape secara inheren bisa meningkatkan resiko penularan covid-19, dua aktifitas tersebut merupakan kegiatan yang masik dalam kategori bersosialisasi bagi kalangan dewasa muda yang sering dilakukan di tempat umum dan keramain.

Merokok dan menghisap vape melibatkan embusan nafas secara paksa, dan dapat mendorong tetesan yang mereka lepaskan menjangkau lebih jauh daripada pernafasan ketika istirahat. Dan menjadi berbahaya ketika tetesan tersebut membawa partikel covid-19.

Pada saat merokok, bisa dipastikan kelompok ini tidak sedang menggunakan masker, faktor-faktor ini yang ketika dikombinasikan akan memberi ancaman nyata di tempat-tempat umum.

Terlalu percaya diri aman dari Covid-19

Kelompok dewasa muda cenderung memiliki penilaian yang tinggi terhadap diri sendiri, dan beranggapan dapat mengatasi semuanya. dan seringkali terdapat jiwa ke akuan yang menganggap diri mereka tidak terkalahkan bahkan oleh covid-19.

Kepercayaan diri yang terlalu tinggi dari orang muda ini adalah hal yang salah dan dapat berakibat fatal.

Setidaknya satu dari lima orang yang berusia 22 hingga 44 tahun telah terinfeksi dan dirawat di rumah sakit. sementara dua hingga empat persennya membutuhkan unit perawatan intensif, menurut laporan CDC.

Ha terbaik bagi kelompok muda adalah menyadari bahaya pandemi ini dan mulailah untuk berhenti merokok.



KONTEN KERJASAMA ZONAUTARA dengan RCTI+
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com