TB paru menular melalui dahak penderita yang mengandung basil tuberculosis paru

5 mins read
zonautara.com
Image: pexels.com/cottonbro

Pengertian TB paru

Tuberculosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk batang (basil) yang dikenal dengan nama Mycobacterium Tuberculosis. Penularan penyakit ini melalui dahak penderita yang mengandung basil tuberculosis paru tersebut. Pada waktu penderita batuk, butir-butir air ludah beterbangan di udara yang mengandung basil TBC dan terhisap oleh orang yang sehat dan masuk ke dalam paru yang kemudian menyebabkan penyakittuberkulosis paru.

Faktor resiko

Keterpaparan penyakit TBC pada seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti :

  • Faktor Sosial Ekonomi : Pendapatan keluarga sangat erat juga dengan penularan TBC, karena pendapatan yang kecil membuat orang tidak dapat layak dengan memenuhi syarat-syarat kesehatan.
  • Status gizi : Keadaan malnutrisi atau kekurangan kalori, protein, vitamin, zat besi dan Iain-lain, akan mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang sehingga rentan terhadap penyakit termasuk TB paru. Keadaan ini merupakan faktor penting yang berpengaruh di negarabmiskin, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.
  • Umur : Penyakit TB paru paling sering ditemukan pada usia muda atau usiabproduktif 15-50 tahun. Pada usia lanjut lebih dari 55 tahun systemimunolosis seseorang menurun, sehingga sangat rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk penyakit TB paru.
  • Jenis kelamin: Penderita TB paru cenderung lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan dengan wanita karena laki-laki sebagian besar mempunyai kebiasaan merokok sehingga memudahkan terjangkitnya TB paru.

Gejala

Berikut ini adalah beberapa gejala seseorang yang terkena TB paru :

  • Batuk selama lebih dari 3 minggu
  • Demam
  • Berat badan menurun tanpa sebab
  • Berkeringat pada waktu malam
  • Mudah hilangnya nafsu makan
Baca Pula:  Para Pelakon Kebahagiaan Tanpa Rumusan

Pencegahan

  • Tidak tidur bersama orang lain
  • Memastikan kamar dengan ventilasi baik
  • Menutup mulut setiap kali tertawa, bersin, atau batuk
  • Memakai masker
  • Membungkus tisu setelah digunakan untuk menutup mulut
  • Memastikan pengobatan dilakukan secara rutin
  • Memeriksakan diri ke dokter untuk evaluasi

Pencegahan Primer

Pencegahan primer merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mencegah penyakit, ketidakmampuan dan cidera. Strategi yang dilakukan meliputi promosi kesehatan dan kesejahteraan pada saat sebelum terjadinya penyakit atau tiap tahapan perkembangan kehidupan melalui pendidikan kesehatan yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, proteksi kesehatan melalui pelayanan.

Cara pencegahan TB paru agar tidak menular ke orang lain yaitu:

1. Menelan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara lengkap dan teratur sampai sembuh.

2. Pasien TB harus menutup mulutnya dengan sapu tangan atau tisu atau tangan apabila bersin dan batuk, kemudian mencuci tangan.

3. Tidak membuang dahak di sembarang tempat, tetapi dibuang pada tempat khusus dan tertutup. Misalnya dengan menggunakan wadah atau kaleng bertutup yang sudah diberi air sabun. Buanglah dahak ke lubang WC atau timbun ke dalam tanah di tempat yang jauh dari keramaian.

4. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yaitu :

  • Menjemur alat tidur,
  • Membuka pintu dan jendela setiap pagi agar udara dan sinar matahari masuk,
  • Sinar matahari langsung dapat mematikan kuman TB,
    Makan makanan bergizi,
  • Tidak merokok dan minum minuman keras,
  • Olahraga secara teratur,
  • Mencuci pakaian hingga bersih,
  • Buang air besar di jamban atau WC,
  • Mencuci tangan hingga bersih di air yang mengalir setelah selesai buang air besar, sebelum, dan sesudah makan,
  • Berisirahat cukup,
  • Jangan tukar menukar peralatan mandi
Baca Pula:  Waspadai TB Paru demi kesehatan keluarga

Pencegahan Sekunder

Pencegahan sekunder adalah aktivitas yang berhubungan dengan deteksi dini dan pengobatan. Fokus pencegahan dengan melakukan skrining untuk mendeteksi penyakit pada fase awal. Pencegahan sekunder pada kasus TB dapat dilakukan dengan melakukan skrining untuk penemuan kasus secara dini, penanganan atau pengobatan segera bila ditemukan klien yang menderita TB.

Pencegahan Tersier
Pencegahan tersier adalah aktivitas yang dilakukan untuk mencegah penyakit supaya tidak bertambah parah atau kronis dan tidak akan menimbulkan ketidakmampuan pada individu. Pencegahan tersier meliputi pengobatan rutin dan teratur serta pencegahan kerusakan lebih lanjut atau komplikasi suatu penyakit. Prinsip dari pencegahan tersier adalah memberikan penguatan pertahanan tubuh terhadap stresor melalui pendidikan kesehatan dan membantu dalam pencegahan terjadinya masalah yang sama.

Referensi

  • https://books.google.com/books/about/Herbal_Penyembuh_Gangguan_Sistem_Pernapa.html?hl=id&id=VhqtZDjoD90C
  • https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=jurnal+tuberkulosis+paru&btnG=#d=gs_qabs&u=%23p%3Did4-VJOTpeYJ
  • https://health.kompas.com/read/2020/03/23/140000768/cara-mencegah-penularan-tuberkulosis-tbc-yang-rentan-lewat-udara
  • https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://eprints.undip.ac.id/50237/3/Azizatul_Yaumul_Adha_22010112120017_Lap.KTI_Bab2.pdf&ved=2ahUKEwjQ6NXupcjsAhXBF3IKHaq5Bs0QFjAEegQIAhAB&usg=AOvVaw1Y1cbY_tMQUshb-93LE6ly&cshid=1603374431977

Penulis: Cendy Elfira Kasaluhe


zonautara.com
Penulis adalah mahasiswa semester 3 Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado


KONTEN KERJASAMA ZONAUTARA dengan RCTI+
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com