Patah tulang atau fraktur adalah kondisi ketika tulang patah sehingga posisi atau bentuknya berubah. Patah tulang dapat terjadi jika tulang menerima tekanan atau benturan yang kekuatannya lebih besar dari pada kekuatan tulang.

Patah tulang terjadi ketika tulang menerima tekanan yang lebih besar dari yang bisa diterima oleh tulang tersebut. Makin besar tekanan yang diterima tulang, umumnya akan makin berat pula tingkat keparahan patah tulang.

Jenis-jenis Fraktur

  1. Fraktur Terbuka
    Pada kondisi fraktur terbuka, tulang yang patah dapat menembus kulit. Jika tulang sampai menonjol keluar melewati kulit, maka inilah jenis kondisi fraktur terbuka.
  2. Fraktur Tertutup
    Patah tulang tertutup adalah jenis patah tulang dimana tulang yang patah tidak sampai merobek kulit.
  3. Fraktur Tidak Lengkap
    Patah tulang tidak lenhkap merupakan kondisi tulang yang tidak patah sepenuhnya atau tidak sampai membagi tulang menjadi 2 bagian atau lebih, melainkan hanya retak.
  4. Fraktur Lengkap
    Patah tulang lengkap adalah kondisi tulang patah menjadi dua bagian atau lebih

Patah tulang tidak selalu dapat dicegah, namun Anda dapat mengurangi risiko patah tulang dengan:

  • Menggunakan alat keselamatan saat berkendara, seperti sabuk pengaman saat mengemudikan mobil, atau helm saat mengendarai motor
  • Meminta pertolongan orang lain untuk menjaga Anda agar tidak terjatuh jika sedang menaiki tangga lipat
  • Mengenakan alat pelindung tubuh saat melakukan olahraga yang melibatkan benturan atau berisiko menyebabkan Anda terjatuh
  • Melakukan latihan secara rutin untuk menjaga keseimbangan tubuh dan meningkatkan kekuatan tulang, terutama pada penderita osteoporosis
  • Berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan Anda terhadap nutrisi atau suplemen untuk menjaga kesehatan tulang

Berikut ini tips dalam mencegah fraktur atau patah tulang yang dapat Anda terapkan setiap hari:

  1. Nutrisi dan Sinar Matahari
    Tubuh pada dasarnya membutuhkan asupan kalsium yang cukup untuk kesehatan tulang. Sumber kalsium yang baik bisa Anda dapatkan dari susu, yoghurt, keju, dan sayuran berdaun hijau gelap. Tubuh juga membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium. Anda bisa mendapatkan vitamin D dengan berjemur dibawah sinar matahari (disarankan dipagi hari), makan telur, dan ikan berminyak.
  2. Aktivitas Fisik
    Jika sering latihan menahan beban, semakin kuat dan padat tulang Anda. Latihan yang membuat tulang Anda kuat misalnya berlari, berjalan, berlari, melompat, dan menari, atau latihan apa pun itu yang dapat menguatkan tulang. Dengan begitu Anda dapat mencegah patah tulang.
  3. Menopause
    Estrogen adalah hormon yang mengatur kalsium pada wanita. Hormon ini akan berkurang selama menopause, yang membuat pengendalian kalsium jauh lebih sulit. Akibatnya, wanita harus sangat berhati-hati pada tulangnya selama dan setelah menopause.

Tips berikut ini dapat membantu Anda mengurangi risiko osteoporosis setelah menopause:

  • Jika kecanduan merokok, segera berhenti sama sekali
  • Lakukan latihan beban singkat setiap minggu
  • Hindari alkohol
  • Sering berjemur di bawah sinar matahari
  • Pastikan pola makan yang mengandung banyak kalsium. Bagi Anda yang kesulitan mengonsumsi makanan berkalsium, dokter mungkin menyarankan mengonsumsi suplemen kalsium.

Sumber:

  1. Apley, A. Graham. 1995. Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley, Widya Medika: Jakarta.
  2. Herman Santoso, dr., SpBO. 2000. Diagnosis dan Terapi Kelainan Sistem Muskuloskeletal, Diktat Kuliah PSIK. Tidak dipublikasikan.
  3. Doenges, at al. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan, Ed.3. EGC: Jakarta
  4. doktersehat.com
  5. idnmedis.com

Penulis: Dhea Aprillya Takainginang


zonautara.com
Penulis adalah mahasiswa Universitas De La Salle Manado Fakultas Keperawatan Semester 5
Bagikan !