Pengertian Luka Bakar

Luka bakar adalah kerusakan lapisan kulit yang disebabkan oleh benda panas, termasuk api, air panas, dan uap panas. Rusaknya kulit akibat luka bakar membuat penderitanya rentan mengalami infeksi, karena kulit merupakan lapisan pertahanan awal tubuh untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, penanganan perlu dilakukan secepatnya.

Upaya penanganan luka bakar berbeda-beda, tergantung lokasi dan tingkat keparahan luka. Luka bakar yang ringan bisa ditangani secara mandiri di rumah. Namun pada luka bakar yang dalam atau luas, diperlukan penanganan khusus.

Tanda dan Gejala

  1. Kulit kemerahan
  2. Rasa sakit di area luka
  3. Lecet
  4. Kulit membengkak
  5. Kulit mengelupas
  6. Kulit melepuh
  7. Perubahan warna kulit menjadi putih, coklat, kuning, atau hitam.

Berdasarkan kerusakan kulit yang terjadi, luka bakar dibagi menjadi 3 derajat, yaitu:

  • Luka bakar derajat 1. Luka bakar ini hanya menyebabkan kerusakan di lapisan luar kulit (epidermis).
  • luka bakar derajat 2. Luka bakar ini hingga menyebabkan kerusakan di lapisan kulit yang lebih dalam (dermis).
  • Luka bakar derajat 3. Kerusakan hingga mencapai lapisan lemak, serta merusak saraf dan pembuluh darah.

Penyebab Luka Bakar

Luka bakar disebabkan oleh kulit yang bersentuhan atau terpapar dengan:

  • Gesekan. Apabila benda yang kasar, panas, dan keras menggesek kulit Anda, Anda akan mengalami luka bakar friction atau gesekan. Biasanya, luka ini dialami orang yang mengalami kecelakaan seperti terjatuh dari motor atau sepeda.
  • Frostbite. Frostbite terjadi ketika kulit terkena kontak langsung dengan benda atau berada pada tempat yang bersuhu sangat dingin dalam jangka waktu yang lama.
  • Menyentuh langsung objek yang panas. Kulit yang terkena objek panas seperti cairan, api, atau metal dapat menimbulkan luka. Udara atau asap yang terlalu panas juga dapat menyebabkan luka pada kulit muncul.
  • Paparan radiasi. Luka ini terjadi akibat paparan radiasi atau sinar ultraviolet matahari yang terlalu lama. Penyebab utamanya adalah sinar matahari dan sinar X-ray.
  • Zat kimia. Seringnya, zat-zat kimiawi yang dapatmenyebabkan luka bakar adalah cairan dengan asam atau basa yang kuat seperti asam hydrochloric atau natrium hidroksida. Paparan dengan zat ini bisa terjadi di rumah, sekolah, atau tempat bekerja.
    Bahan kimia lain yang juga dapat menimbulkan luka bakar di antaranya adalah asam baterai mobil, zat pemutih dan pembersih, serta amonia.
  • Sengatan arus listrik. Apabila Anda menyentuh aliran listrik atau tersetrum, lapisan kulit Anda akan mengalami kerusakan dan terluka.

Penanganan Luka Bakar

  1. Memadamkan api ataupun mengangkat benda yang masih membara dari penderita, kemudian melepaskan baju atau kain yang menempel pada kulit yang terbakar.
  2. Bilas daerah permukaan kulit yang terluka dengan air mengalir.
  3. Mendingiinkan luka bakar dengan air dari keran dingin selama minimal 20 menit namun hindari menggunakan es atau air dingin karena dapat menyebabkan hipotermia terutama pada anak-anak.
  4. Menggunakan pakaian yang tidak bisa lengket ke tubuh.
  5. Telpon ambulans atau bantuan darurat medis lainnya. Hingga bantuan medis datang. Jika luka bakarnya parah, penderita dirasankan untuk mendapat pengobatan lanjutan di rumah sakit.

Pencegahan Luka Bakar

Ada berbagai cara untuk mencegah terjadinya luka bakar. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah luka bakar adalah tidak lupa mematikan api atau sumber api, tidak merokok di dalam gedung, dan menggunakan pelindung tangan saat memasak.

Selain itu untuk menghindarkan anak-anak dari luka bakar, jauhkan anak dari segala sumber api seperti korek api.

Referensi:

Penulis: Agustina Risye Sairlela

zonautara.com
Penulis adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Unika De La Salle Manado



=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id