Pengobatan dan pencegahan patah tulang

3 mins read
zonautara.com
Image: pexels.com/Tima Miroshnichenko

Pengertian

Fraktur adalah gangguan dari kontinuitas yang normal dari suatu tulang. Jika terjadi fraktur, maka jaringan lunak di sekitarnya juga sering kali terganggu. Radiografi (sinar-x) dapat menunjukkan keberadaan cedera tulang, tetapi tidak mampu menunjukkan otot atau ligamen yang robek, saraf yang putus, atau pembuluh darah yang pecah sehingga dapat menjadi komplikasi pemulihan klien.

Penyebab Patah Tulang

Patah tulang terjadi ketika tulang menerima tekanan yang lebih besar dari yang bisa diterima oleh tulang tersebut. Makin besar tekanan yang diterima tulang, umumnya akan makin berat pula tingkat keparahan patah tulang.

Kondisi yang dapat mengakibatkan patah tulang antara lain:

  • Cedera akibat terjatuh, kecelakaan, atau perkelahian
  • Cedera akibat hentakan berulang, misalnya saat baris-berbaris atau berolahraga
  • Penyakit yang dapat melemahkan tulang, seperti osteoporosis, osteogenesis imperfekta (kelainan genetik yang menyebabkan tulang rapuh), infeksi tulang, dan kanker tulang
Baca Pula:  TBC lebih banyak ditemukan menginfeksi paru

Pengobatan Patah Tulang

Pengobatan patah tulang tergantung pada jenis yang dialami, lokasi tulang yang patah, serta kondisi pasien. Secara garis besar, pengobatan patah tulang bertujuan untuk mengembalikan tulang yang patah ke posisinya semula, dan menjaganya agar tidak bergerak sampai terbentuk tulang baru yang akan menyambungkan bagian tulang yang patah.

Metode pengobatan patah tulang, meliputi:

  • Pemberian obat-obatan, untuk meredakan nyeri dan mencegah infeksi pada patah tulang terbuka
  • Pemasangan gips yang terbuat dari plaster atau fiberglass, untuk mencegah tulang yang patah bergerak selama proses penyembuhan
  • Traksi, untuk menyejajarkan tulang yang patah serta meregangkan otot dan tendon di sekitarnya
  • Operasi, untuk menyambung tulang yang patah menggunakan pen, plat, screw, dan rods khusus.

Pasien patah tulang bisa sembuh dalam hitungan bulan atau tahun, tergantung pada tingkat keparahan, usia, dan faktor risiko yang dimiliki pasien. Pasien yang mengalami patah tulang wajib melakukan kontrol sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter untuk memantau kondisi patah tulang.

Baca Pula:  Permenkes No. 99 Tahun 2015 vs Pasal 29 UU RS

Pencegahan Patah Tulang
Patah tulang tidak selalu dapat dicegah, namun kita dapat mengurangi risiko patah tulang dengan:

  • Menggunakan alat keselamatan saat berkendara, seperti sabuk pengaman saat mengemudikan mobil, atau helm saat mengendarai motor.
  • Meminta pertolongan orang lain untuk menjaga Anda agar tidak terjatuh jika sedang menaiki tangga lipat.
  • Mengenakan alat pelindung tubuh saat melakukan olahraga yang melibatkan benturan atau berisiko menyebabkan Anda terjatuh.
  • Melakukan latihan secara rutin untuk menjaga keseimbangan tubuh dan meningkatkan kekuatan tulang, terutama pada penderita osteoporosis.
  • Berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan nutrisi atau suplemen untuk menjaga kesehatan tulang.

Referensi:

Penulis: Levio Suwu


zonautara.com
Penulis adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Unika De La Salle Manado


KONTEN KERJASAMA ZONAUTARA dengan RCTI+
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com