ZONAUTARA.com – Manusia sepertinya tengah dibatasi untuk bisa kembali menyadari tentang kehidupan yang ada di sekelilingnya. Sering menganggap bahwa kehidupan ini berjalan luar biasa dan patut dibanggakan ketika kamu mampu membuktikan kesuksesan secara materi.

Apalagi dengan didukung era media sosial, yang dipercaya setiap orang mampu membuatmu dikenal dan mendapat banyak pujian.

Situasi ini akhirnya membuat siapapun itu mulai melupakan hal-hal yang sebenarnya memiliki pengaruh besar, walau terdengar begitu sederhana dalam kehidupan ini.

Kita mulai melupakan tentang bagaimana menjadi pendengar yang baik

Memilih lebih banyak ingin didengar dan menolak untuk dikritik, tapi senang untuk mengkritik orang lain dan menutup telinga atas apapun yang berbeda dari dirinya.

Menjadi pendengar yang baik memang terlihat sebuah kata yang sederhana, namun sejatinya hal ini dapat memberikan pengaruh besar dalam kehidupan.

Sebuah nilai kehidupan dalam hidup manusia yang saat ini sudah mulai dilupakan. Entah karena apa, tapi perilaku kitalah yang seharusnya kembali diubah lagi, menjadi manusia seutuhnya dan bisa lebih banyak mendengar sekeliling.

Mendahulukan orang lain atas kepentingan diri sendiri

Salah satu hal mendasar dalam kehidupan manusia yang terasa pelan-pelan mulai dilupakan, memilih mendahulukan orang lain.

Manusia seperti sedang berlomba ingin menjadi yang paling di depan. Terkadang tak peduli tentang moralitas dan nilai baik, yang penting kehidupan diri sendiri harus lebih dahulu diutamakan.

Sebuah nilai yang sebenarnya sampai saat ini kita rindukan, belajar untuk bisa mendahulukan dan berusaha mengutamakan kepentingan orang banyak di atas kepentingan diri sendiri.

Merasa diri selalu benar dan tidak berani mengakui kesalahan

Manusia di era saat ini terlalu begitu menonjol akan merasa dirinya benar, tapi sulit mengakui kesalahan yang diperbuatnya.

Sebuah label harga diri yang tinggi diberikan pada kehidupan mereka, namun berbeda pada orang lain yang dianggap tidak pantas mendapatkan hal itu.

Padahal kita lupa, kehidupan yang penuh dengan kebebasan dan harga diri yang benar adalah berani mengakui setiap kesalahan apapun yang diperbuat.

Memilih fokus pada orang lain dari pada kelebihan diri sendiri

Kualitas ini yang sudah banyak dilupakan oleh setiap orang di luar sana. Sering dinamakan dengan rasa insecure atau merasa tidak nyaman dengan diri sendiri, karena sering membandingkannya dengan kehidupan orang lain.

Melihat diri penuh kekurangan dan menjalaninya dengan tidak percaya diri. Sebuah nilai mendasar dari kehidupan yang saat ini semakin tergerus, sadar atau tidaknya kita.

Apalagi didukung dengan kehadiran media sosial, yang membuatnya semakin memburuk dan senang menghampiri siapapun itu tanpa kenal pangkat, status sosial dan lain sebagainya.

Mulai melupakan tentang kehidupan yang penuh rasa bersyukur

Hal paling mendasar dari segala kehidupan manusia adalah bersyukur. Sebuah nilai kehidupan yang mampu memberikan kebahagiaan yang tak ternilai bagi setiap manusia, siapapun dia.

Namun sayangnya, ketika kita melihat lagi di situasi seperti saat ini. Nilai mendasar tentang bersyukur sudah banyak dilupakan.

Manusia senang melihat apa yang ia tak miliki dari pada apa yang sudah dimilikinya. Mereka seperti membuat kehidupan yang dijalani adalah sebuah beban, dan merasa Tuhan begitu jahat dan tak adil untuk mereka.

Inilah sebuah cara hidup atau pilihan hidup yang sedang dipilih oleh beberapa dari mereka di luar sana. Melupakan hal mendasar dari kehidupan.

Tapi, untuk kamu haruslah tetap menjaga nilai ini. Jangan melupakan atau menganggap remeh, karena nilai-nilai ini adalah sebuah kompas bagi kamu untuk mengarahkan mu melihat kehidupan secara luas dan bernilai.




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id