ZONAUTARA.com – Pandemi Covid-19 yang masih ada sampai saat ini memang sudah berdampak dalam banyak hal, tak terkecuali dalam dunia hiburan.

Group JKT48 pun merasakan efek dari pandemi ini. Sejak akhir bulan Maret, kegiatan JKT48 mulai sulit dijalankan.

“Karena pandemi covid-19 di Indonesia, pertunjukan teater sempat dihentikan dan event dibatalkan dan banyak lagi hal yang membuat kegiatan JKT48 menjadi sangat terbatas,” ujar Melody Nurramdhani Laksani, General Manajer JKT48 dikutip dari Channel YouTube JKT48, Rabu (11/11/2020).

Saat ini, Melody mengatakan bahwa JKT48 hanya bisa melanjutkan kegiatan melalui live stremaing dan video call bersama JKT48.

Diketahui, JKT48 memiliki 79 member termasuk siswi akademi dan kurang lebih 50 orang staf.

“Sampai bulan November ini, JKT48 telah melakukan semua hal agar tetap bertahan hidup. Akan tetapi sejujurnya kami merasa bahwa tujuan kami untuk memberikan energi positif bagi masyarakat Indonesia tidak dapat dilakukan dengan maksimal,” ungkap Melody.

JKT48 tengah mengalami kerugian secara bisnis membuat group ini sulit untuk beroperasi.

Faktanya, secara bisnis group inim,engalami kerugian yang sangat menyakitkan, sehingga mereka ada di posisi yang sangat sulit untuk bisa terus beroperasi.

Melody mengungkapkan, tim manajemen dan stakeholder pun telah berdiskusi jalan yang terbaik untuk JKT48.

“Dalam keadaan ini sebenarnya JKT48 sudah tidak bisa lagi melanjutkan aktifitas dan harus berhenti. Di tengah tekanan tersebut kami terus menerus berpikir tentang arti dari keberadaaan group ini,” ujar Melody

Keputusan pengurangan member dan staf bakal dilakukan group JKT48, agar supaya group ini tidak bubar.

“Kami memutuskan untuk melakukan perubahan skala besar atau restrukturisasi dalam group ini,” jelasnya.

Dalam tanyangan video yang berdurasi lebih dari tujuh menit itu, belum secara detail siapa saja member dan staf yang akan dikurangi.

Bagikan !