ZONAUTARA.com – Mendaki gunung menjadi aktivitas yang sangat digemari oleh berbagai kalangan, dan tidak mengenal usia. Banyak hal yang harus di persiapkan ketika kita akan mendaki gunung, mulai dari fisik, peralatan, perbekalan, dan pengetahuan.

Kali ini kami akan menyajikan kepada zontarian, apa saja istilah-istilah yang perlu zontarian pahami sebelum mendaki gunung.

1. BIVAK

Bivak merupakan istilah untuk tenda yang digunakan sebagai tempat peristirahatan sementara saat mendaki gunung. dan berfungsi untuk menghindarkan kita dari aneka gangguan cuaca, binatang buas, dan angin.

Bivak bisa terbuat dari alam, yaitu semua bahan pembuatan diambil dari alam, bisa juga semi alam, yaitu sebagian bahan bivak diambil dari alam, dan bivak non-alam, semua bahan bivak dari peralatan yang kita bawa.

2. HIPO

Yang dimaksud ‘hipo’ ini adalah hipotermia. Hipotermia merupakan suatu kondisi di mana sistem dalam tubuh untuk pengaturan suhu badan kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Kondisi ini kerang menyerang para pendaki yang tidak membawa perlengkapan lengkap, terkena guyuran hujan, kurang mengonsumsi kalori atau lainnya.

Kamu harus mewaspadai gejala hipo ini, karena menurut survei, orang yang mengalami hipo tanpa penanganan yang tepat, bisa dipastikan akan meninggal.

3. SAR (Search And Rescue)

Istilah yang sering terdengar di dunia pendakian terlebih ketika ada orang yang tersesat. SAR merupakan kegiatan dan usaha mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan, dan bencana.

4. LEADER

Dalam pendakian, yang dimaksud leader adalah seorang pemimpin rombongan. Leader ini adalah orang yang bertugas untuk memandu para pendaki agar sampai ke tujuan dengan selamat. Ia si penanggung jawab.

Biasanya, pemimpin yang dipilih menjadi leader dalam sebuah pendakian adalah orang yang memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan memiliki wawasan yang baik tentang jalur pendakian serta memiliki jiwa korsa yang tinggi.

Jika kamu ingin memiliki pengalaman mendaki yang berkesan pilihlah leader yang memiliki kriteria tersebut. Percayalah, leadermu akan menentukan menyenangkan tidaknya pendakianmu.

5. SWEEPER

Keberadaan leader dalam pendakian tidak lengkap tanpa adanya keberadaan sweeper. Sweeper merupakan orang yang bertugas sebagai ‘penyapu’ rombongan pendakian agar tidak ada barang dan pendaki yang tertinggal. Sweeper biasanya berada di posisi paling belakang dalam rombongan.

Orang-orang yang bertugas sebagai sweeper biasanya memiliki kesabaran ekstra. Bisa diibaratkan si sweeper ini adalah ‘Superman’-nya para pendaki gunung. Karena jika sweeper bertugas dengan baik, tidak akan ada satupun pendaki gunung yang akan tertinggal dan hilang. Ialah sang penyelamat!

6. BONUS

Saat mendaki gunung, Kamu akan sering mendengar kata ‘bonus’. Para pendaki akan bersama-sama menyorakkan kata bonus saat melihat spot landai saat mendaki gunung. Para pendaki akan lebih bersemangat ketika melihat spot landai ini.

7. SURVIVAL KIT

Survival kit sendiri merupakan kotak yang berisi segala macam alat yang kelak akan berguna apabila kita melakukan survival, bisa berupa korek api cadangan, jarum dan benang, batre cadangan, pisau lipat, dan lain-lain

8. ULTRALIGHT HIKING

Ultralight hiking adalah suatu cara atau teknik melakukan perjalanan ke alam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip safety procedure serta kenyamanan selama berada di alam bebas.

9. PORTER

Porter adalah orang-orang yang dibayar untuk membantu membawa barang-barang para pendaki pada saat melakukan aktivitas pendakian gunung. Seringkali porter juga bertugas untuk menyiapkan makanan pada saat pendakian.

10. RANJAU

Ranjau biasanya merupakan penyebutan untuk, kotorang manusia. hampir semua gunung memiliki ranjau, karena para pendaki pasti membuang kotoran di atas gunung. yang paling menyebalkan ketika ada ranjau yang tidak ditimbun oleh para pendaki.

Baiklah, zontarian, itu 10 istilah yang wajib sobat trip pahami saat melakukan pendakian gunung.