ZONAUTARA.com – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berulang kali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus corona lewat disiplin protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M) menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Seiring dengan pergantian musim, dari musim panas ke musim hujan dan dalam situasi pandemi covid-19 yang masih berlangsung, menggunakan masker menjadi hal yang kurang nyaman.

Seseorang harus lebih sering mengganti masker selama musim hujan agar tetap efektif mencegah penularan virus corona. Seperti yang dilansir dari suara.com, para ahli Inggris memeringatkan semua orang untuk membawa masker cadangan pada musim hujan. Hal ini karena, masker akan menjadi tidak efektif digunakan selama musim hujan.

Para ilmuwan menemukan air hujan bisa membatasi aliran udara dan mengurangi efektifitas filter virus corona Covid-19 pada masker. Kelembaban udara yang tinggi saat hujan membuat maskerpun lebih mudah lembab. Orang- orang disarankan untuk mengganti masker saat dirasa masker mulai lembab.

“Semua jenis masker harus diganti jika basah, lembab atau terlihat kotor. Masker basah tidak boleh dipakai dalam waktu lama. Jadi, Anda harus mengganti masker yang lembab dengan masker baru yang bersih dan kering,” jelas WHO dilansir dari laman suara.com yang sama.

Sedangkan musim panas juga memiliki tantangannya sendiri. Pada suhu panas misalnya saat siang hari, masker yang kita kenakan agan lebih mudah terasa lembab dikarenakan produksi keringat.

Sekali lagi membawa masker cadangan menjadi solusi. Membawa masker cadangan tidak hanya dapat mencegah masker lembap, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit.

Dosen profesor dermatologi Carrie L. Kovarik, mengatakan bahwa ketika kita menggunakan masker yang lembap itu dapat mempengaruhi kesehatan kulit dan merusak kulit.

 “Pada cuaca panas, kulit akan lebih lembap dan kulit akan rentan mengalami masalah daripada biasanya. Kelembapan dari udara yang dihembuskan saat bernapas atau penumpukan hawa panas pada masker dapat membuat kulit rentan mengalami ruam.,” katanya seperti lansir medcom.id.

Saat panas, kamu bisa memilih masker berbahan dasar katun sebagai solusi. Ketika menggunakan masker pada cuaca yang panas pastinya akan membuat kita tidak nyaman dan mudah pengap.

Katun merupakan bahan yang baik untuk sirkulasi udara dibandingkan serat sintetis. Kamu juga sebaiknya menghindari menambahkan filter di dalam masker karena dapat membuat masker menjadi lebih panas.

Selain itu, menggunakan masker dengan tali disesuaikan lebih disarankan. Atau menggunakan masker bertali elastis. Hal ini membantu sehingga tidak menyebabkan iritasi di belakang telinga.

Tali yang bisa disesuasikan tersebut juga bisa membantu kamu agar masker tetap nyaman dipakai dan memungkinkan memiliki ruang untuk bisa bernapas.  

Tetap gunakan masker dan jangan lalai ya. Masker adalah atribut paling penting saat pandemi. Dan ingat pula untuk mengenakan masker secara tepat sesuai arahan yang ditentukan.

Dan pastikan memilih masker sesuai dengan standar himbauan, yaitu masker yang bisa menyaring virus dengan baik misalnya masker kain tiga lapis.

Bagikan !