ZONAUTARA.com – Perlindungan masyarakat dari risiko obat dan makanan yang tidak layak konsumsi menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), terutama di tengah masih ditemukannya produk tanpa standar yang beredar di pasaran.
Hal ini dibahas dalam Forum Konsultasi Publik terkait pengawasan obat dan keamanan pangan yang digelar di Media Center Pemkab Sitaro, Rabu (14/4/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit.
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa isu keamanan pangan bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga menyangkut perlindungan konsumen dan kualitas hidup masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pengawasan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.
“Peran pelaku usaha dan masyarakat sangat penting untuk memastikan produk yang beredar aman dan memenuhi standar,” ujarnya.
Forum ini juga melibatkan Loka Pengawas Obat dan Makanan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang diwakili oleh Christian Aspriamijaya. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar lebih teliti dalam memilih produk, termasuk memperhatikan izin edar, tanggal kedaluwarsa, dan kondisi kemasan.
Selain itu, penguatan pengawasan di daerah kepulauan seperti Sitaro menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait distribusi barang dan keterbatasan akses pengawasan di lapangan. Karena itu, sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk menekan peredaran produk berisiko.
Pemerintah Kabupaten Sitaro menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program nasional di bidang pengawasan obat dan makanan, termasuk melalui peningkatan koordinasi dengan instansi terkait dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Dengan adanya forum ini, diharapkan kesadaran publik semakin meningkat, sehingga masyarakat dapat lebih terlindungi dari risiko kesehatan akibat konsumsi produk yang tidak aman.

