ZONAUTARA.com – Seorang walikota di Filipina dan pengawalnya tewas dalam peristiwa baku tembak dengan polisi setempat. Korban tewas juga terjadi di pihak polisi Filipina.

Kejadian baku tembak itu terjadi pada Senin (8/2/2021) sore waktu setempat di Provinsi Samar, sebagaimana diberitakan oleh Associated Press. Diduga baku tembak itu terjadi karena kekeliruan akibat saling curiga.

“Saya hanya bisa berasumsi bahwa ini adalah pertempuran yang salah,” ujar Komandan Polisi setempat, Brigadir Jenderal Ronaldo de Jesus, dilansir Associated Press, Selasa (9/3/2021).

Menurut De Jesus berdasarkan laporan awal kepolisian setempat, insiden ini berawal saat polisi yang sedang melakukan patroli rutin tiba-tiba ditembak, oleh pengawal keamanan Wali Kota Catbalogan, Ronaldo Aquino, yang sedang melaju dengan sebuah van di Provinsi Samar.

Polisi membalas tembakan itu dan menewaskan Aquino juga dua pengawalnya, termasuk salah satunya dari kepolisian. Pengawal Aquino lainnya menewaskan dua polisi, yang kendaraannya melaju di belakang van yang ditumpangi sang Wali Kota.

“Mereka memiliki kecurigaan dan melepas tembakan ke arah polisi kami dan pasukan kami membalas,” tutur De Jesus kepada wartawan setempat.

Lebih lanjut dia menyatakan bahwa penyelidikan terhadap insiden ini tengah dilakukan.

Video yang direkam sesaat usai insiden itu menunjukkan penduduk setempat mengerumuni van warna putih yang ditumpangi Aquino, yang jendelanya pecah akibat tembakan dan badan kendaraan dipenuhi lubang peluru. Selongsong peluru berserakan di lokasi baku tembak yang ada di tengah jembatan setempat.

Anggota parlemen Filipina, Edgar Sarmiento, yang merupakan sahabat Aquino, menyebut sang Wali Kota sengaja menjadi target serangan. Namun De Jesus menegaskan polisi tidak mengejar Aquino dan saat itu sedang melakukan patroli rutin.

“Itu direncanakan dengan baik. Setelah van berhenti, langsung ditembak. Untungnya mereka bisa membalas,” sebut Sarmiento dalam tuduhannya saat berbicara dengan radio lokal, DZMM, sambil berlinangan air mata.

“Kita berada dalam pandemi dan hal-hal semacam ini masih terjadi,” imbuhnya.

Sebelumnya sejumlah Wali Kota dan pejabat provinsi yang terkait narkoba telah disergap dan dibunuh oleh orang-orang bersenjata tak dikenal di bawah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte, yang menggaungkan perang melawan narkoba. Negara-negara Barat dan kelompok HAM menilai kebijakan perang melawan narkoba oleh pemerintahan Duterte itu sarat pelanggaran HAM.

Sarmiento dalam pernyataannya menegaskan bahwa Aquino tidak terlibat perdagangan narkoba yang ilegal.

| Detik.com




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id