ZONAUTARA.COM – Aparat dalam menjalankan tugasnya diminta harus mengedepanan sikap humanis, persuasif, dialogis dan restorative justice. Sehingga aparat yang melakukan tindakan sebaliknya, harus ditindak dengan tegas.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Rabu (28/7).

Permintaan tersebut disampaikan ole Mahfud berkenaan dengan tindakan aparat yang menginjak warga Papua. Perlakuan tersebut dilakukan oleh anggota Polisi Militer TNI Angkatan Udara (TNI AU).

“Pokoknya pendekatannya harus humanis, persuasif, dialogis, dan restorative justice. Yang melanggar cara pendekatan itu ya ditindak,” kata Mahfud dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7).

Sebelumnya, dua Polisi Militer TNI AU terekam membaringkan seorang pria warga Papua ke tanah. Satu orang mengunci tangan pria tersebut sementara lainnya menginjak kepala warga itu dengan sepatu lars.

Peristiwa ini memicu protes publik. Beberapa dari mereka bahkan meminta agar dua anggota Polisi Militer itu diproses di pengadilan sipil.

Direktur LBH Papua Emanuel Gobay mendesak agar dua petugas tersebut dipecat secara tidak hormat. Tindakan tegas ini, menurutnya, perlu dilakukan agar aparat tidak bertindak sewenang-wenang.

Bahkan, Emanuel meminta agar tindakan dua anggota TNI AU dibawa ke ranah hukum. Menurut Emanuel, peristiwa itu bisa dipidanakan dengan pasal 353 KUHP.

“Kami dengan tegas mengecam tindakan yang tidak manusiawi yang dilakukan oleh dua oknum TNI AU. Atas dasar itu kami minta pada atasannya agar memberikan sanksi yang tegas secara administrasi maka sebaiknya dua oknum itu dipecat secara tidak hormat,” kata Emanuel saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (27/7).

Selanjutnya, penyesalan dan permohonan maaf disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma Indan Gilang Buldansyah.




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id