ZONAUTARA.com – Seseorang yang memiliki riwayat penyakit autoimun disarankan untuk tidak memilih vaksin yang menggunakan platform teknologi mRNA sejenis Moderna dan Pfizer, seperti saat ini yang tengah digunakan sebagai dosis vaksin nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diwakili oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi.

Namun, bisa saja penderita autoimun mendapat vaksin tersebut, bisa dalam kondisi baik dan harus dibuktikan dengan adanya surat rekomendasi dari dokter.

Sementara, total dosis vaksin Moderna yang sudah tiba di Indonesia sebanyak 8.000.160 dosis. Jutaan dosis vaksin itu digunakan untuk booster atau suntikan dosis ketiga vaksin untuk tenaga kesehatan.

Sementara sisanya, atau sebanyak 5.102.300 dosis vaksin Moderna telah dialokasikan untuk masyarakat umum. Sedangkan untuk, Pfizer dijadwalkan datang petang ini dengan jumlah 1.560.780 dosis, namun Nadia masih belum merinci siapa saja sasaran vaksin asal perusahaan farmasi Amerika Serikat itu.

“Ditunggu saja dulu ya,” kata dia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi membuka pelayanan vaksinasi Covid-19 untuk penderita autoimun dengan vaksin Moderna. Hal itu disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi Dinas Kesehatan DKI Jakarta (@dinkesdki), Kamis (19/8).

Disebutkan bahwa vaksin penderita autoimun di fasilitas kesehatan DKI Jakarta hanya untuk mereka yang membawa KTP asli DKI Jakarta, atau surat domisili resmi yang dikeluarkan RT setempat.

“Yuk vaksin pada acara pencanangan vaksinasi untuk autoimun dengan vaksin Moderna,” tulis Dinkes DKI.

Adapun program itu dilaksanakan di Jakarta Pusat pada 20 Agustus 2021 pada pukul 08.00-12.00 WIB. Bagi penderita autoimun yang berminat divaksin, maka calon peserta wajib membawa surat persetujuan vaksinasi Moderna dari dokter.

Selanjutnya untuk mendapatkan jadwal dan lokasi vaksin, calon penerima vaksin harus mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/daftarvaksinautoimun terlebih dahulu.