ZONAUTARA.COM — Gubernur Distrik Chaharkint, Provinsi Balkh, Afghanistan, Salima Mazari, kini ditangkap para gerilyawan Taliban.

Dirinya merupakan salah satu Gubernur Perempuan di Afghanistan yang juga lantang meneriakkan perlawanan terhadap Taliban.

Dilansir Times of India, hingga kini, Jumat (20/08/2021), belum diketahui keberadaan Mazari.

Sebelumnya, Mazari telah merasakan tanda-tanda dirinya menjadi incaran. Pasalnya, saat wilayah yang dipimpinnya terancam direbut Taliban, Mazari sudah menyampaikan kekhawatiran akan nasib para penduduknya, terutama kaum perempuan. Dia tidak ingin warganya kembali hidup ketakutan di bawah rezim Taliban.

“Di provinsi yang direbut Taliban tidak ada lagi perempuan yang berani keluar rumah, bahkan di kota. Mereka semua dikurung di rumah,” kata Mazari ketika diwawancara di Kota Mazar-i-Sharif sebelum diduduki Taliban pada pekan lalu.

Mazari berasal dari komunitas etnis Hazara yang merupakan penganut Syiah. Di mata Taliban yang menganut ajaran Sunni, para pemeluk ajaran Syiah dianggap sebagai musuh.

Masyarakat Hazara juga kerap menjadi sasaran serangan Taliban dan teroris Negara Islam Khurasan di Afghanistan. Serangan yang cukup mematikan terjadi pada Mei lalu yakni ketika sebuah sekolah etnis Hazara di Mazar-i-Sharif diserang hingga menewaskan 80 pelajar perempuan.

Mazari juga merekrut relawan untuk membantu pengamanan sebelum kota Mazar-i-Sharif dikuasai Taliban.

Saat ini milisi Taliban dilaporkan terus memburu para pejabat pemerintah dan militer Afghanistan yang bersembunyi setelah Ibu Kota Kabul direbut pada akhir pekan lalu.

Suasana di Kabul dan sejumlah provinsi juga mencekam karena Taliban terus berpatroli.

Sementara itu, Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh, menyatakan mendeklarasikan diri sebagai penjabat presiden setelah Presiden Ashraf Ghani kabur ke Uni Emirat Arab (UEA).

Kini, pihaknya tengah menggalang dukungan untuk mengumpulkan padukan demi melawan Taliban.