ZONAUTARA.com – Aplikasi bertajuk ‘Usul Bansos’ telah diluncurkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, Jawa Timur.

Aplikasi tersebut berfungsi untuk warga mengajukan usulan penerima bantuan sosial, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun kerabat lain yang membutuhkan.

Mulanya, aplikasi ini merupakan ide Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, lantaran tak ingin ada warganya yang ketinggalan dalam menerima bansos, di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Diskominfo Surabaya M Fikser.

“Melalui aplikasi ini, warga bisa mengusulkan dirinya sendiri atau mengusulkan orang lain, mulai dari saudara atau tetangganya yang memang membutuhkan dan sampai saat ini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah,” kata Fikser, Sabtu (28/8).

Untuk mengakses aplikasi itu, kata Fikser, warga cukup masuk ke laman: https://usulbansos.surabaya.go.id/ lalu akan muncul layanan pengajuan usulan penerima bansos. Masyarakat kemudian diminta mengisi form yang berisi sejumlah data diri dan alasan membutuhkan bantuan.

“Dalam data usulan penerima bantuan itu diantara yang harus diisi adalah kecamatan KTP yang diusulkan dan alasan membutuhkan bantuan,” kata dia.

Setelah semua data diisi dan dikirim. Secara otomatis, kata Fikser, usulan itu akan masuk ke dashboard kecamatan. Lalu 1×24 jam camat dan lurah akan melakukan verifikasi terhadap usulan yang masuk.

Saat proses verifikasi, camat dan lurah akan melihat seberapa layak warga ini menerima bantuan. Jika dalam verifikasi itu warga tersebut berhak mendapatkan bantuan, maka warga tersebut akan dimasukkan ke data MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), dan akan diusulkan untuk menerima bantuan dari Kementerian Sosial.

“Selama menunggu proses dari Kemensos itu, Pak Wali ingin warga tersebut mendapatkan bantuan dulu dari Pemkot Surabaya berupa bantuan sembako yang sudah beberapa kali kami bagikan,” ujar Fikser.

Ia pun mengimbau agar warga yang berhak bisa menggunakan aplikasi ini dengan sebaik-baiknya. Lalu Fikser juga meminta kepada warga yang tak membutuhkan bansos, agar tidak menggunakan aplikasi ini untuk mencari keuntungan pribadi.

“Tolong manfaatkan aplikasi ini untuk membantu dan menolong orang lain. Kalau memang ada tetangga kanan-kirinya yang sampai saat ini belum mendapatkan bansos, bisa digunakan ini untuk menolong,” ucapnya.

Fikser juga berharap, akses dan aplikasi ini tidak disalahgunakan untuk merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Akseslah ini untuk bisa menolong sesama,” tandasnya.