ZONAUTARA.com – Sekitar 10 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) diamankan saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Senin (30/8).

10 orang tersebut terdiri dari kepala daerah, beberapa ASN Pemkab Probolinggo dan pihak-pihak terkait lainnya.

Hal tersebut diterangkan oleh Plt. Juru Bicara Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri, menyoal keterlibatan KPK dalam OTT Bupati Probolinggo.

Ali juga menerangkan, saat ini pihak KPK masih melakukan pengumpulan keterangan untuk menentukan sikap dalam 1×24 jam.

“Segera kami tentukan sikap terhadap hasil kegiatan penyelidikan dimaksud,” kata Ali.

“Hingga saat ini tim KPK dan pihak yang diamankan masih berada di Jawa Timur,” sambungnya.

Ali enggan mengungkapkan barang bukti yang diamankan berikut konstruksi kasus. Ia meyakini KPK akan menyampaikan ke publik terkait hal tersebut.

“Perkembangannya akan selalu kami informasikan kepada masyarakat,” imbuhnya.

KPK menangkap Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya yang merupakan mantan Bupati Probolinggo dua periode (2003-2008 dan 2008-2013) sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) fraksi NasDem, Hasan Aminuddin.

Penangkapan tersebut diduga memiliki keterkaitan dengam tindakan korupsi jual beli jabatan.