ZONAUTARA.com – Tiba 29 September pukul 11.00 waktu setempat, Obor PON akan diinapkan di La Pago, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Sebelumnya, api abadi tersebut diarak sepanjang jalan melintasi lima wilayah, salah satunya di Pegunungan Tengah Papua, masyarakat pun dapat menyaksikan hal tersebut.

Obor abadi yang selanjutnya akan kembali menempuh perjalanan menuju destinasi selanjutnya tersebut sekaligus menjadi catatan sejarah baru bagi Papua.

Antusiasme masyarakat terlihat dari mata mereka ketika mereka berdiri di trotoar di sepanjang jalur estafet untuk menyaksikan nyala obor saat tiba.

Benny Elopere mantan petinju profesional bersama Yan Yogobi mantan atlet atletik, Pere Perlina Karoba mantan atlet kano dan Hermawan Susanto mantan atlet bulu tangkis nasional asal Wamena mengambil peran untuk memegang obor.

“Ini adalah momen bersejarah Wamena mewakili La Pago. Nyala obor PON akan bermalam di Wene Hule Hubby Otonom Wamena sebelum berangkat ke tanah cervus, Merauke,” ujar Carolus K Bolly selaku Wakil Sekjen Badan Pelaksana PON kepada media.

Kota Wamena dari wilayah La Pago, Kabupaten Jayawijaya dipilih secara khusus karena setiap pemberhentian estafet obor mewakili lima tanah adat yang bermakna di Papua.

Sejumlah daerah lain yang akan menjadi tempat pemberhentian Obor estafet tersebut adalah Sorong sebagai wakil Bomberai, Biak untuk Saireri, Timika untuk Mee Pago, Kabupaten Merauke mewakili Animha dan terakhir Jayapura mengisi kapasitas untuk tanah Tabi.