ZONAUTARA.COM — Pernahkah anda bertanya-tanya bahwa mengapa dinosaurus dapat mengalami kepunahan namun burung tidak? Sebuah penelitian terbaru ini mungkin bisa menjawab rasa penasaran anda.

Burung merupakan keturunan dari dinosaurus

Burung sejatinya memang merupakan keturunan dari dinosaurus. Namun, bagaimana bisa dan apa yang membuat burung bisa beradaptasi dan hidup hingga saat ini?

Asal muasal burung berasal dari dinosaurus berkaki dua yang dikenal dengan nama theropoda. Ia merupakan pemakan daging yang hidup sekitar 231 juta tahun lalu pada periode Trias.

Tyrannosaurus juga merupakan bagian dari kelompok tersebut. Theropoda dan burung modern memiliki beberapa kesamaan, di antaranya keberadaan bulu dan kemampuan untuk bertelur. Selain itu, burung modern bisa terbang, namun tidak untuk theropoda.

Burung sendiri merupakan bagian dari kelompok besar dinosaurus, sama dengan manusia adalah bagian dari kelompok besar mamalia. Banyak kesamaan yang dimiliki antara burung dan dinosaurus.

“Burung adalah dinosaurus yang masih hidup,” ungkap Julia Clarke dari University of Texas di Austin, salah satu penulis studi yang berjudul Bird neurocranial and body mass evolution across the end-Cretaceous mass extinction: The avian brain shape left other dinosaurs behind.

“Semua burung yang ada saat ini memiliki keturunan yang sama, yaitu dinosaurus theropoda,” lanjutnya. Namun, ukuran burung dan dinosaurus jelas berbeda. Di bagian ini, peneliti percaya bahwa adanya miniaturisasi di sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Coelurosaurus, sub kelompok dari theropoda yang menghasilkan burung saat ini, berukuran semakin kecil karena proses evolusi yang intens.

Perbedaan bentuk otak

Sebuah studi melihat fosil Ichthyornis yang terawetkan dengan baik dan hidup sekitar 70 juta tahun lalu. Fosil ini dapat menjelaskan tentang bagaimana kelangsungan hidup burung.

Ichthyornis memiliki karakteristik yang mirip burung dan dinosaurus. Ada banyak gigi di rahangnya dan memiliki paruh. Tengkoraknya yang terpelihara dengan baik membuat ilmuwan membandingkan otak burung prasejarah dengan burung modern.

Penelitian dilakukan

Para peneliti yang meneliti dapat pencitraan CT untuk membuat replica 3 dimensi dari otak burung atau endocast.

Hasilnya mengungkapkan, otak Ichthyornis lebih mirip dengan otak dinosaurus daripada otak burung modern. Bagian otak yang bertanggung jawab untuk fungsi kognitif Ichthyornis jauh lebih kecil daripada burung modern.

Otak yang berbeda dimungkinkan merupakan elemen penting dalam membantu burung bertahan hidup dari kepunahan. “Dari pengujian ini kemungkinan otak memainkan peran utama dalam kelangsungan hidup burung,” pungkas Christopher Torres, pemimpin penelitian.