ZONAUTARA.com — Perkembangan teknologi membuat para ilmuwan makin banyak melakukan inovasi. Penggunaan material yang tak disangka-sangka pun bisa dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan capsaicin untuk meningkatkan kinerja sel surya.

Sel surya perovskite, merupakan teknologi sel surya yang kemunculannya mengalahkan efisiensi dari teknologi fotovoltaik lainnya saat ini. Namun, perkembangannya masih tak banyak karena memerlukan biaya yang besar dan stabilitasnya yang kurang.

Capsaicin merupakan zat aktif yang berada dalam cabai yang membuat rasa cabai begitu pedas, panas, dan membakar di lidah. Siapa sangka, zat ini bisa menambah efisiensi dari sel surya.

Dalam studi berjudul Direct Observation on p- to n-Type Transformation of Perovskite Surface Region during Defect Passivation Driving High Photovoltaic Efficiency, para ilmuwan menambahkan sel surya perovskite dengan capsaicin.

Penelitian tersebut tentu membawa kemajuan dalam penelitian tentang sel surya perovskite. Kumpulan ilmuwan dari Swedia dan China menambahkan 1% ke dalam berat keseluruhan precursor kimia yang digunakan dalam membuat sel surya perovskite.

Setelah ditambahkan, tim peneliti mengukur efisiensi dari sel surya yang diberi capsaicin, sinar ultraviolet dan cahaya tampak menjadi listrik.

Hasilnya, sel-sel yang ditambah dengan 1% capsaicin menunjukkan efisiensi sebesar 21.88 persen. Sedangkan, sel surya tanpa penambahan capsaicin hanya menunjukkan 19.1 persen efisiensinya.

Stabilitasnya pun demikian berbeda. Sel surya dengan tambahan capsaicin menunjukkan 90% efisiensi awalnya, setelah 800 jam disimpan dengan kondisi udara sekitar. Lebih stabil daripada tanpa tambahan dari capsaicin.

Poin stabilitas sangat penting karena sel surya perovskite selama ini cenderung terdegradasi dan terjadi pengurangan stabilitas ketika berada di lingkungan.

Hipotesis peneliti akan kenaikan efisiensi dan stabilitas sel surya perovskite adalah karena capsaicin dapat meningkatkan kepadatan elektron. Namun, tim peneliti masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hipotesis tersebut.

Penambahan material hijau ramah lingkungan ini juga bukan pertama kali diperkenalkan. Studi lain juga menggunakan biomaterial untuk meningkatkan kinerja sel surya perovskite berupa kafein dan protein bacteriorhodopsin (bR).

Dalam pengembangannya, startup Oxford PV dari Inggris, berencana untuk mendistribusikan sel surya perovskite ke pasar, di tahun 2022 sebagai alternatif sumber energi terbarukan.