ZONAUTARA.com — Berita hoaks atau berita bohong acap kali kita temukan di berbagai media dan menyebar dengan mudahnya. Namun, berita bohong tersebut sebenarnya membuat kita lebih mengingat berita asli dengan informasi yang benar.

Pemaparan berita palsu dapat menyebabkan informasi yang salah dapat diingat oleh masyarakat. Namun, bagaimana jadinya jika beberapa orang sudah mengetahui fakta dan kebenarannya?

Penyebaran berita palsu memang tak main-main. Ia menyebar bak sebuah virus dan menyerang banyak orang yang rentan terhadap informasi palsu.

Tak hanya terinfeksi berita palsu, seseorang juga dapat menginfeksi berita palsu itu kepada orang lain. Rantai ini terjadi secara terus menerus. Makin sering seseorang terpapar berita palsu yang sama, terlebih lagi jika berasal dari sumber yang berpengaruh, maka semakin besar pula kemungkinan mereka untuk dibujuk dan percaya.

Penelitian dilakukan

Studi dengan judul Reminders of Everyday Misinformation Statements Can Enhance Memory for and Beliefs in Corrections of Those Statements in the Short Term, membuat gagasan bahwa berita palsu atau bohong membantu kita mengingat fakta yang nyata.

Penelitian yang dipimpin oleh Christopher N. Wahlheim ini, memeriksa apakah informasi bohong dapat meningkatkan memori dan keyakinan dalam mengoreksi terhadap berita palsu.

Studi melibatkan subjek yang membaca pernyataan faktual, kemudian memisahkan pernyataan salah yang diambil dari situs berita. Kemudian, subjek penelitian membacakan pernyataan yang mengoreksi kesalahan informasi tersebut.

Lalu, subjek diminta untuk mengingat fakta dan menunjukkan keyakinan mereka pada ingatan tersebut, apakah mereka mengigat koreksi dan informasi yang salah.

Hasilnya menujukkan bahwa percobaan tersebut dapat meningkatkan daya ingat dan akurasi dari koreksi yang telah dilakukan. Informasi yang salah lebih diingat sebagai kesalahan dan subjek juga mengingat bahwa telah terjadi koreksi.

Peneliti menjelaskan, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengingat informasi bohong dapat mengurangi efek negatif dari paparan berita palsu dan waktu yang singkat.

Berita palsu yang telah dikoreksi oleh informasi yang telah dicek faktanya, dapat meningkatkan akurasi memori dan keyakinan terhadap informasi yang sebenarnya.