ZONAUTARA.com — Saat nyamuk mengisap darah manusia, tak hanya menyebabkan gatal, ia juga bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Apakah Anda pernah berpikir apa yang dirasakan oleh nyamuk ketika mengisap darah? Berikut penjelasannya.

Penyakit akibat gigitan nyamuk telah membunuh 500 ribu orang setiap tahunnya. Ada malaria, zika, dan berbagai jenis penyakit berbahaya lainnya.

Nyamuk betina biasanya tak mengisap dan bertahan hidup dengan nectar. Namun, ia bisa mengisap darah ketika mereka akan bertelur.

Sebuah studi dengan judul Sensory Discrimination of Blood and Floral Nectar by Aedes aegypti Mosquitoes, menyoroti bagaimana nyamuk menentukan jenis makanannya. Penelitian tersebut juga menawarkan solusi untuk mencegah penyebaran penyakit dari nyamuk.

Penelitian ini memodifikasi nyamuk secara genetic sehingga neuron yang terkait dengan rasa, dapat menyala saat diaktifkan. Peneliti menawarkan kepada nyamuk jenis Franken berbagai racikan darah untuk memperhatikan apakah mereka meminumnya dan neuron apa yang akan diaktifkan.

Untuk menarik nyamuk, para peneliti menggunakan darah domba yang biasanya menarik bagi serangga. Namun, upaya untuk membuat nyamuk tertarik, bahkan dengan mencampurkan air garam atau gula tidak berhasil.

Untuk menarik nyamuk kembali, para peneliti menyiapkan ramuan glukosa (gula) dan natrium bikarbonat yang terdapat di dalam darah atau soda kue. Mereka juga menambahkan natrium klorida (garam) dan Adenosin Tripospat (ATP). Campuran tersebut sukses mengundang nyamuk untuk mengisapnya.

Selanjutnya, para ilmuwan memberi beberapa campuran komponen rasa ke dalam darah untuk melihat neuron mana yang menyala dari nyamuk. Pemberian glukosa pada darah tidak mengaktifkan neuron mana pun.

Sedangkan, pemberian dosis kecil garam, ATP, dan natrium bikarbonat, mengaktifkan neuron nyamuk. Neuron juga menyala ketika empat bahan tersebut ada. Nyalanya neuron ini mirip seperti saat manusia bereaksi terhadap elemen rasa tertentu.

Penelitian ini tentunya menambah khazanah tentang cara kerja nyamuk, sehingga dapat menemukan cara untuk menjauhkan nyamuk dari manusia.

Penemuan ini dapat mengarah pada pembuatan obat tertentu agar darah manusia tidak menarik bagi nyamuk. Ketika nyamuk tak bisa merasakan darah, maka mereka mungkin tidak menggigit dengan cara yang dapat menyebarkan penyakit. Nyamuk juga telah diketahui lebih menyukai golongan darah O daripada jenis lainnya.