ZONAUTARA.COM – Pernahkah anda memikirkan berapa polusi yang dihasilkan oleh rumah besar? Sebuah penelitian mencoba mengungkapkan tentang ini di rumah-rumah besar di Amerika Serikat (AS), serta korelasinya dengan tingkat karbon yang dihasilkan.

Penelitian ini diterbitkan di jurnal dengan judul The carbon footprint of household energy use in the United States. Penelitian dilakukan oleh Sekolah Lingkungan dan Keberlanjutan Universitas Michigan.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang kaya di AS dengan rumah yang besar, memiliki jejak penghasil karbon yang lebih besar daripada rumah orang Amerika yang berpenghasilan lebih rendah, sekitar 25 persen lebih tinggi.

Penggunaan energi di perumahan menyumbang satu per lima dari emisi gas rumah kaca di Amerika. Jumlah ini merupakan jumlah yang cukup besar. Sayangnya, data tentang jumlah karbon dan intensitas energi per meter stok perumahan di setiap negara bagian masih kurang.

Studi ini melibatkan 93 rumah untuk mengumpulkan datanya. Peneliti tak hanya menganalisis dan mengumpulkan data tentang energi yang digunakan di setiap rumah, namun mereka juga melihat perbandingan emisi dan pendapatan, juga pengaruh kepadatan bangunan terhadap emisi,.

Informasi lain juga digabungkan, seperti usia rumah, jenis rumah, sistem pemanas, seberapa dekat rumah dengan unit lain, sumber listrik, serta iklim.

Temuan yang ada, menunjukkan bahwa pemanas dan pendingin ruangan mengambil peran terbesar dari penggunaan energi di rumah.

Peneliti juga menunjukkan hubungana antara usia rumah dengan intensitas energi rata-ratanya. Rumah yang lebih tua lebih boros energi daripada rumah yang baru.

Hal ini merupakan data yang penting, karena saat ini, stok perumahan bahkan dapat bertahan hingga 40 tahun. Rumah baru perlu dibangun dengan standar efisiensi energi yang rendah untuk mengimbanginya.

Daerah dengan emosi yang tinggi dikenal dengan kekayaannnya. Daerah yang padat menggunakan energi lebih sedikit daripada daerah perubahan yang relative luas.

Informasi dari penelitian ini menjadi penting, agar anggota masyarakat, perusahaan, pejabat, dan regulator dapat membuat keputusan yang diperlukan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yang bersumber dari perumahan.

Penulis studi menyarankan untuk adanya percepatan dekarbonisasi jaringan listrik dan meningkatkan efisiensi energi untuk rumah-rumah tua. Sehingga tahun 2025 Amerika Serikat dapat memenuhi tujuan dalam Perjanjian Paris.

Penulis juga menyarankan untuk menganti bahan bakar fosil dengan bahan bakar alternatif seperti sistem pemanas dengan tenaga surya dan peggunaan sel surya di rumah-rumah.