ZONAUTARA.com – Anda mungkin cukup percaya diri dengan rambut anda yang tak beruban karena anda masih belum cukup tua untuk memilikinya. Namun, tumbuhnya uban tak hanya karena faktor usia, tapi juga bisa disebabkan oleh stres.

Penelitian baru dari para ilmuwan Harvard ini diterbitkan dalam jurnal Nature dengan judul Hyperactivation of sympathetic nerves drives depletion of melanocyte stem cells.

Penulis senior studi Ya-Chieh Hsu, profesor Stem Cell and Regenerative Biology di Harvard, menjelaskan bahwa yang melatar belakangi penelitiannya adalah ingin membuktikan bahwa stres dapat mempengaruhi kulit dan rambut dan bagaimana stres dapat menyebabkan perubahan pada berbagai jaringan.

Penelitiannya menunjukkan bahwa stres mengaktifkan saraf yang terkait dengan sistem dasar melawan atau melarikan diri, dan saraf ini secara permanen merusak sel induk melanosit yang beregenerasi pigmen di folikel rambut, menyebabkan mereka menghentikan produksi melanin yang normal yang memberi warna pada folikel rambut.

Tim peneliti meneliti menggunakan tikus. Terdapat kombinasi tiga metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Tikus menahan stres dengan melumpuhkan subjek secara paksa, (2) Tikus mengalami stres kronis yang tidak dapat diprediksi, serta (3) Tikus diinjeksi resiniferatoksin (RTX).

Para peneliti menyelidiki kemungkinan bahwa sistem yang merespons stresor adalah sistem saraf simpatik tikus, bagian dari sistem saraf yang beraksi dengan impuls fight-or-flight.

Sistem saraf simpatik adalah jaringan saraf yang terhubung secara luas, salah satunya ke folikel rambut di kulit. Menanggapi stres, sistem mengirimkan aliran norepinefrin kimia ke sel induk melanosit folikel. Mereka dapat dengan cepat membakar dan menghabiskan simpanan pigmen yang ada di rambut.

Hanya dalam beberapa hari, semua sel induk regenerasi pigmen hilang. Setelah mereka hilang, kita tidak dapat meregenerasi pigmen lagi karena kerusakannya permanen.

Mengutip dari Big Think, ahli imunologi Harvard, Isaac Chu, mengatakan bahwa dengan penelitian ini, kita tahu bahwa neuron dapat mengontrol sel induk dan fungsinya, serta dapat menjelaskan bagaimana mereka berinteraksi pada tingkat seluler dan molekuler untuk menghubungkan stres dengan rambut beruban.

Penelitian ini juga dapat dikembangkan untuk memahami bagaimana stres memengaruhi jaringan dan organ lain dalam tubuh. Penelitian ini tak hanya soal kepala beruban, namun juga dapat menghentikan atau mengembalikan dampak merugikan dari stres.