ZONAUTARA.com – Suatu hari, ketika anda menggulir media sosial, anda menemukan teman anda mengganti foto profilnya. Alih-alih melihat foto teman anda sendirian, anda malah melihat teman anda berfoto berdua dengan pasangannya. Mengapa seseorang melakukannya?

Jika anda penasaran dengan jawabannya, maka sebuah studi dengan judul Communicating Commitment: A Relationship-Protection Account of Dyadic Displays on Social Media bisa menjawab pertanyaan tentang mengapa seseorang ingin menunjukkan pasangannya di media sosial dan memposting status hubungan mereka.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 29% pengguna Facebook yang terlibat asmara menggunakan foto “pasangan” sebagai foto profil mereka. Tujuh puluh persen memiliki status “dalam suatu hubungan” atau “menikah”.

Orang yang sangat puas atau berkomitmen pada hubungan romantis mereka lebih cenderung memposting foto profil pasangan atau mewakili hubungan mereka di media sosial dengan cara lain. Semakin cinta pasangan, dan semakin banyak kecemburuan yang mereka laporkan, semakin besar kemungkinan mereka untuk memposting status hubungan mereka secara publik di Facebook.

Hasil lainnya juga menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki kekhawatiran jika pasangannya menolak atau mengabaikannya juga lebih cenderung menggunakan foto profil “couple” dan memposting status hubungan mereka di Facebook. Sebaliknya, orang-orang yang tidak nyaman bergantung pada orang lain dan memprioritaskan kemandirian mereka tidak menunjukkan hubungan romantisnya dengan cara ini.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa status romantis mereka secara online dapat berubah sesuai dengan perasaan seseorang pada waktu tertentu. Orang-orang lebih cenderung memposting informasi yang relevan dengan hubungan di Facebook pada hari-hari ketika mereka merasa lebih tidak aman tentang perasaan pasangan mereka terhadap mereka daripada biasanya dan pada hari-hari ketika mereka merasa lebih puas dengan hubungan mereka.

Apa alasannya?

Salah satu alasan yang diusulkan oleh para peneliti adalah bahwa foto profil sosial media secara akurat mewakili orang yang terlibat asmara, melihat diri mereka sendiri.

Orang-orang dalam hubungan dekat sering memasukkan pasangan mereka dalam konsep diri mereka. Mereka melihat pasangan mereka sebagai bagian dari diri mereka sendiri.

Survei terbaru dari penulis, Amanda L. Forest & Kori Krueger, terhadap 236 pengguna Facebook dewasa yang terlibat asmara mendukung gagasan tersebut. Mereka menemukan bahwa orang yang sangat puas dengan hubungan mereka, menggunakan profil couple karena mereka melihat pasangan mereka sebagai bagian dari diri mereka.

Selain itu, alasan lain juga karena mereka termotivasi untuk melindungi hubungan mereka dari ancaman yang ada di media sosial. Menggunakan Facebook, Twitter, dan media lainnya dapat berpotensi merusak hubungan mereka, termasuk mantan pasangan atau pengganggu lainnya.

Foto profil couple menunjukkan bahwa pemilik sudah memiliki status berpasangan, dan lebih baik para pengganggu tidak mendekat..