ZONAUTARA.com – Terapi musik memang telah digunakan untuk berbagai macam manfaat, salah satunya adalah untuk penyakit alzheimer. Lalu bagaimana terapi musik bisa memperlambat penyakit alzheimer?

Pernahkah anda tiba-tiba teringat lagu di masa lalu, kemudian anda memutarnya dan segala memori nostalgia muncul seperti roll film? Mungkin dahulu, saat anda mendengarkannya pertama kali, ketika anda berada di angkutan umum, atau bahkan itu adalah lagu yang anda nyanyikan untuk cinta pertama anda?

Musik yang kita sukai dapat menggelitik otak dan membawa kita ke suatu tempat, membawa kita pada pengalaman di masa lalu. Hal ini membuat para peneliti bertanya-tanya apakah mendengarkan lagu-lagu yang akrab dapat meredakan penurunan kognitif dan memori dari penyakit alzheimer?

Terapi musik

Satu dekade yang lalu, di tahun 2011, sebuah penelitian dengan judul Music Enhances Autobiographical Memory in Mild Alzheimer’s Disease menyarankan bahwa mendengarkan lagu yang kita sukai mungkin dapat meredakan penurunan kognitif dari alzheimer.

Para peneliti di Prancis mengekspos 12 pasien dengan penyakit alzheimer ringan dengan tiga kondisi, yaitu keheningan, mendengarkan The Four Seasons oleh Vivaldi, atau pilihan musik yang mereka pilih sendiri.

Kemudian, mereka menguji ingatan otobiografi mereka. Dan pemilihan musik sendiri dapat memengingat pengalaman lebih banyak daripada mendengarkan The Four Seasons dan tidak mendengarkan musik sama sekali.

Penelitian lanjutan

Terinspirasi oleh penelitian di atas, serta oleh beberapa orang lain yang mengisyaratkan manfaat yang lebih luas dari terapi musik untuk pasien Alzheimer, tim peneliti yang berbasis di University of Toronto mencoba mereplikasi efek kognitif yang menguntungkan dari musik yang sudah dikenal dan meneliti kaitannya terhadap perubahan aktual dalam struktur otak.

Mereka merinci temuan mereka dalam sebuah makalah yang baru saja diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease dengan judul Long-Known Music Exposure Effects on Brain Imaging and Cognition in Early-Stage Cognitive Decline: A Pilot Study.

Dipimpin oleh penulis senior Michael Thaut, direktur di University of Toronto’s Music and Health Science Research Collaboratory, para peneliti melakukan penelitian pada 17 pasien lanjut usia dengan penurunan kognitif tahap awal dan meminta mereka untuk mendengarkan satu jam musik selama tiga minggu. Pemindaian otak dengan MRI fungsional juga dilakukan sebelum dan sesudah mendengarkan lagu.

Skor tes kognitif keseluruhan subjek sedikit meningkat setelah tiga minggu, tetapi perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Namun, skor memori subjek meningkat sekitar 20 persen, peningkatan yang signifikan secara statistik. Pemindaian otak juga mengungkapkan perubahan struktural kecil di otak, tanda harapan pada pasien dengan penurunan kognitif tahap awal.