ZONAUTARA.com – Parasit tidak terbatas hanya pada cacing dan kutu, beberapa tanaman pun melakukannya. Namun, tumbuhan parasit tak selalu merugikan, ia bisa membantu melawan spesies invensif.

Fotosintesis memang kemampuan yang banyak dilakukan oleh tumbuhan untuk tetap hidup. Namun, beberapa garis keturunan tumbuhan bergantung pada organisme lain untuk menyediakan sumber daya bagi mereka. Tumbuhan parasit menyumbang satu hingga dua persen dari semua keanekaragaman tumbuhan di dunia.

Tumbuhan parasit

Tumbuhan parasit sangat beragam dalam penampilan dan distribusi. Mereka disatukan oleh adanya struktur khusus, yang dikenal sebagai haustorium, yang memungkinkan mereka untuk menempel pada batang atau akar tanaman inang.

Melalui ini, mereka mencuri sumber daya dari tuan rumah, termasuk karbon, air, dan mineral. Parasit meninggalkan fotosintesis dan sepenuhnya bergantung pada inang mereka untuk bertahan hidup. Akibatnya, tanaman ini sering tidak menyerupai tanaman.

Tumbuhan parasit secara umum dibagi menjadi dua yaitu Holoparasit di mana ia menjadi parasit pada keseluruhan hidupnya, dan Hemiparasit, di mana mereka menyerap karbon dioksida sendiri. Selebihnya, merebut sumber dari inang.

Bagaimana tanaman parasit bermanfaat bagi ekosistem?

Tanaman hemiparasite menempel secara tidak proporsional dan mengurangi pertumbuhan spesies dominan. Ia dapat meningkatkan peluang tanaman untuk menjajah daerah baru atau tumbuh dengan baik dalam populasi.

Banyak penelitian telah melaporkan bahwa menambahkan hemiparasit ke suatu area dapat meningkatkan keragaman tanaman secara keseluruhan. Komunitas tanaman yang menandung hemiparasite ini juga lebih seimbang.

Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa dampak hemiparasit jauh melampaui tingkat trofik tanaman. Bahan kimia dalam jaringan daun dari hemiparasit Castilleja bergantung pada spesies tanaman inang mana yang menjadi parasit.

Karena itu, susunan kimiawi daun hemiparasit secara tidak langsung memengaruhi kesejahteraan kupu-kupu, yang ulatnya memakan jaringan Castilleja.

Tumbuhan parasit telah terbukti mengubah kondisi abiotik dalam ekosistemnya. Ketika tanaman parasit mati, sampah organiknya dapat bertindak sebagai pupuk alami. Ia akan menyediakan nutrisi lebih untuk tanaman dan organisme lain.