ZONAUTARA.com – Maraknya penggunaan internet membuat seseorang memanfaatkannya dalam berbagai hal. Salah satunya adalah menggunakan mesin pencari seperti Google untuk mendiagnosis sendiri kondisi medis. Padahal, menurut sebuah survey baru, self-diagnose sering menyebabkan stres dan diagnosisnya sangat tidak akurat.

Sebuah survey dilakukan oleh perusahaan pengujian kesehatan pribadi LetsGetChecked. Mereka mensurvei 2.140 orang Amerika dan menemukan bahwa 65 persen telah mencoba mendiagnosis diri mereka sendiri di Google.

Dari responden tersebut, 74 persen mengatakan upaya ini telah membuat mereka stres. Salah satu alasannya adalah diagnosis yang mereka temukan secara online kebanyakan tidak akurat, yang berarti banyak orang secara keliru meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka memiliki penyakit serius.

Menanggapi pertanyaan mengapa tidak menemui dokter? Mayoritas responden survei mengatakan, mereka menghindari dokter karena faktor biaya, kurangnya waktu, dan kekhawatiran bahwa dokter tidak akan menganggap serius gejala mereka. Dengan alasan tersebut, tidak heran mengapa banyak yang lebih memilih konsultasi langsung dengan Google.

Apakah mencari tahu dari internet ada gunanya?

David Kopp, chief executive officer dari Healthline Media, berpendapat bahwa gejala Googling sering membantu orang mengelola kesehatan mereka dengan lebih baik.

Kopp mengatakan bahwa tiga sumber informasi medis online yang tumbuh paling cepat berisi konten yang ditulis atau dikuratori oleh dokter.

Selain itu, situs pemerintah terkemuka seperti Centers for Disease Control dan Prevention and the National Institutes of Health termasuk yang paling banyak dikunjungi di internet.

Dari situ, beberapa sumber tampaknya membantu orang mendiagnosis diri sendiri dengan akurasi yang relatif.

Pemeriksa gejala sering salah, tetapi mereka umumnya melakukan pekerjaan yang baik untuk memberi tahu orang-orang kapan harus pergi ke rumah sakit.

Symptom-checkers (pemeriksa gejala penyakit) tidak bisa menggantikan dokter

Kelemahan utama dari symptom-checkers yang ada di internet adalah mereka tidak memperhitungkan riwayat medis komprehensif Anda.

Dana Corriel, MD memaparkan bahwa setiap orang memiliki riwayat keluarga yang berbeda, telah mengalami faktor risiko yang berbeda, dan memiliki riwayat sosialnya sendiri, yang semuanya berkontribusi pada proses pengambilan keputusan yang dilalui dokter.

Maka dari itu, ketika anda mengalami tanda-tanda penyakit tertentu, jangan langsung mendiagnosa sepihak lewat internet. Anda juga perlu untuk pergi ke dokter dan melewati perawatan medis dengan benar.



=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id