ZONAUTARA.com – Sebanyak 200 ekor tukik (bayi penyu) dilepasliarkan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih, Bitung, Senin, (15/08/2022).

Bayi penyu yang menetas secara semi alami ini dilepasliarkan dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang setiap tahunnya diperingati pada 10 Agustus dan juga memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-77.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara (Sulut), Askhari Dg. Masikki mengatakan, sebagai mana tema HKAN 2022 yakin “Amertha Taksu Abhinaya”, yang bermakna memulihkan alam untuk masyarakat sejahtera, maka tukik yang dilepasliarkan diharapkan di masa depan bisa kembali bertelur datang bertelut, serta akan lestari dan bisa dimanfaatkan masyarakat kaitan dengan sektor wisata.

“Tentu alam akan lebih baik termasuk satwa tukik akan lestari, jika penyu ini bisa kembali bertelur di sini dan meningkatkan populasi,” harap Askhari.

Menurut Askhari semua jenis penyu dilindungi, Dan dari 7 jenis penyu yang ada di dunia 6 diantaranya ada di Sulut. Adapun yang dilepasliarkan adalah jenis Penyu kekang (Lepidochelys olivacea) dan Penyu hijau (Chelonia mydas).

“Enam jenis ada di kita jadi ini luar biasa sekali. Wilayah pantai Batu Putih memang merupakan tempat bertelur penyu. Untuk mengantisipasi predator liar, maka kami memindahkan telur untuk ditetaskan secara semi alami,” jelas Askhari.

Askhari mengimbau agar semua elemen masyarakat bisa bersama-sama menjaga dan melestarikan satwa terutama penyu.

“Secara organisasi, sebagai pimpinan BKSDA saya mengimbau brenti jo ba ambe telur (berhenti mengambil telur penyu) kerena penyu termasuk hewan yang dilindungi. Artinya ada konsekuensi hukum ketika kita mengusik dan mengambilnya,” kata Askhari.

Salah satu jenis ular yang juga dilepasliarkan. (Foto: Ronny A. Buol)

Tak hanya pelepasliaran tukik, di Road to HKAN tahun ini, BKSDA Sulut juga melepas dua ekor ular yakni Ular kapak hijau (Tropidolaemus subannulatus) dan Ular kapak Sulawesi (Tropidolaemus lacintictus), serta melakukan bersih-bersih pantai.

Rangkaian kegiatan ini melibatkan unsur UPT KLHK Lingkup Provinsi Sulawesi Utara; Balai KSDA Sulawesi Utara, BTN Bunaken, BPDAS-HL Tondano, BPKH Wilayah VI Manado, BPSI LHK Manado, Balai Gakkum Seksi Wilayah III Manado, DAOPS Manggala Agni Bitung, NGO/mitra positif dan masyarakat sekitar TWA Batu Putih.




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id