Benarkah klaim Muhaimin tentang ketimpangan ekonomi karena kekayaan 100 orang setara diatas 100 juta penduduk Indonesia

Tim Cek Fakta
Penulis Tim Cek Fakta
Foto: KPU RI



Bagian dari tulisan ini:

ZONAUTARA.com – Calon Wakil Presiden nomor urut 3, Muhaimin Iskandar mengatakan ada 100 orang Indonesia yang kekayaannya di atas 100 juta penduduk Indonesia.

“100 orang indonesia kekayaannya di atas 100 juta jumlah penduduk Indonesia. Artinya, ini keadaan yang tidak adil,” kata Muhaimin saat debat kandidat Pemilu 2024 yang digelar KPU, Jumat, 22 Desember 2023.

HASIL CEK FAKTA

Dilansir Tempo.co, dalam laporan Oxfam di Indonesia (Oxfam) dan International NGO Forum on Indonesia Development atau INFID disebutkan kekayaan empat orang terkaya di Indonesia sama dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin.

“Dalam 20 tahun terakhir, kesenjangan antara kaum superkaya dan penduduk lainnya di Indonesia tumbuh lebih cepat dibanding di negara-negara lain di Asia Tenggara,” ujar Direktur INFID Sugeng Bahagijo dalam acara Peluncuran Laporan Ketimpangan Menuju Indonesia yang setara di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Februari 2017.

Dalam laporan itu juga disebutkan harta total empat orang terkaya di Indonesia, yang tercatat sebesar 25 miliar dolar AS, setara dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin.

Dilansir Kata Data, Badan Pusat Statistik (BPS) hasil penghitungan ketimpangan pengeluaran atau ekonomi penduduk Indonesia yang dengan menggunakan Rasio Gini mencapai 0,388 poin dari skala 0-1 poin pada Maret 2023.

Angka itu meningkat 0,007 poin bila dibandingkan rasio Gini September 2022 yang sebesar 0,381. Rasio Gini Maret 2023 juga lebih tinggi 0,004 poin dibandingkan torehan Maret 2022 lalu yang sebesar 0,384 poin.

Dilansir laman Bappenas, rasio Gini bernilai 0 poin menunjukkan kesetaraan sempurna, yang berarti seluruh penduduk memiliki pengeluaran per kapita yang sama.

Sedangkan koefisien Gini bernilai 1 poin menunjukkan ketimpangan sempurna. Hal itu menggambarkan, hanya satu penduduk saja yang memiliki pengeluaran per kapita dan yang lainnya tidak sama sekali.

Dilansir BPS, pada Maret 2023, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia diukur dengan Gini Ratio adalah sebesar 0,388. Angka ini meningkat 0,007 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2022 yang sebesar 0,381 dan meningkat 0,004 poin jika dibandingkan Maret 2022 sebesar 0,384.

Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 18,04 persen. Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada Maret 2023 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa klaim Muhaimin adalah sebagian benar.

Memang benar ada ketidakadilan dari sisi ekonomi penduduk di Indonesia. Namun berdasarkan data yang bisa dirujuk, bahwa harta total empat orang terkaya di Indonesia (bukan 100 orang), yang tercatat sebesar 25 miliar dolar AS, setara dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin.

Menurut BPS, pada Maret 2023, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia diukur dengan Gini Ratio adalah sebesar 0,388. Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada Maret 2023 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat



Share This Article
Leave a comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com