Studi terbaru: Anjing mungkin jinakkan dirinya sendiri demi makanan

Redaksi ZU
Penulis:
Editor: David Sumilat
Ilustrasi seekor anjing. (Foto: Pexels/Helena Lopes)

ZONAUTARA.com – Proses domestikasi anjing telah menjadi topik penelitian yang menarik dalam dunia ilmiah.

Banyak teori yang berkembang mengenai bagaimana serigala purba bisa berubah menjadi anjing peliharaan seperti yang kita kenal saat ini.

Salah satu teori yang semakin kuat menyatakan bahwa domestikasi anjing terjadi karena serigala mulai memilih untuk tinggal di dekat manusia demi memperoleh makanan yang lebih mudah.

Menurut penelitian terbaru, serigala yang memiliki sifat lebih toleran terhadap manusia mendapatkan akses lebih besar terhadap sumber daya makanan yang tersedia.

Akibatnya, sifat jinak ini diwariskan kepada keturunannya melalui seleksi alam selama ribuan tahun.


Proses ini disebut sebagai domestikasi diri, di mana spesies tertentu beradaptasi dengan lingkungan manusia tanpa campur tangan langsung dari manusia itu sendiri.

Periode Awal Domestikasi Anjing

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B mengungkapkan bahwa domestikasi anjing diperkirakan terjadi dalam rentang waktu antara 30.000 hingga 15.000 tahun yang lalu. Pada tahap awal, proses ini didorong oleh seleksi alam daripada intervensi manusia.

Para ilmuwan berpendapat bahwa serigala dengan temperamen lebih ramah dan tidak agresif cenderung tinggal di sekitar pemukiman manusia karena adanya sisa makanan.

Lama-kelamaan, serigala-serigala ini mulai berkembang biak dengan sesama serigala yang memiliki sifat serupa. Akibatnya, keturunan yang lahir semakin jinak dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan manusia.

Untuk memahami lebih jauh bagaimana domestikasi anjing berlangsung, para peneliti menggunakan model statistik guna mengukur sejauh mana seleksi alam mampu mempengaruhi perubahan evolusi ini.

Dikutip dari situs gadget360com, menurut Alex Capaldi, seorang ahli matematika dari Universitas James Madison, domestikasi diri bisa terjadi jika dua faktor utama terpenuhi:

Serigala harus memilih untuk tinggal di sekitar manusia karena tersedianya makanan secara konsisten.
Mereka harus mencari pasangan yang memiliki tingkat kejinakan yang sebanding.

Jika kedua kondisi ini terjadi secara terus-menerus, maka kemungkinan besar domestikasi bisa terjadi dalam kurun waktu yang masuk akal.

Meskipun banyak ilmuwan awalnya skeptis mengenai kecepatan evolusi ini, penelitian terbaru menunjukkan bahwa transformasi dari serigala menjadi anjing peliharaan mungkin terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Kesamaan Domestikasi Anjing dan Kucing dalam Sejarah

Menariknya, domestikasi anjing memiliki kemiripan dengan sejarah domestikasi kucing. Berdasarkan penelitian, kucing mulai hidup berdampingan dengan manusia sekitar 10.000 tahun yang lalu, tepatnya di sekitar komunitas pertanian.

Kucing yang mampu berburu hewan pengerat mendapatkan manfaat berupa akses ke sumber makanan manusia.

Sebaliknya, manusia diuntungkan karena populasi hama berkurang. Hubungan saling menguntungkan ini secara perlahan menciptakan keterikatan antara manusia dan kucing, yang akhirnya berkembang menjadi domestikasi seperti yang kita lihat saat ini.

Sama halnya dengan kucing, anjing juga memiliki peran penting dalam kehidupan manusia purba. Selain membantu dalam berburu dan menggembala ternak, anjing juga menjadi pendamping setia yang membantu manusia bertahan hidup dalam lingkungan yang keras.

Peran Seleksi Alam vs Campur Tangan Manusia

Meskipun teori domestikasi diri memberikan penjelasan yang masuk akal, para ilmuwan tetap terbuka terhadap kemungkinan bahwa campur tangan manusia juga memiliki andil dalam proses ini.

Hingga kini, perdebatan mengenai apakah seleksi alam atau intervensi manusia berperan lebih besar dalam domestikasi anjing masih berlangsung.

Beberapa ahli percaya bahwa manusia secara aktif memilih serigala dengan sifat lebih jinak untuk dijinakkan dan dikembangbiakkan. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa proses ini terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia secara langsung.

Terlepas dari perdebatan tersebut, penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana hubungan antara manusia dan anjing telah berkembang selama ribuan tahun.

Dengan semakin banyaknya bukti ilmiah, kita bisa lebih memahami bagaimana kekuatan evolusi telah membentuk hubungan erat antara anjing dan manusia hingga saat ini.

***

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com