ZONAUTARA.com – Kemajuan besar dalam dunia komputasi kuantum telah tercapai dengan pengembangan komputer kuantum yang dapat beroperasi pada suhu ruangan.
Inovasi ini menjadi tonggak penting dalam menciptakan komputasi kuantum yang lebih skalabel dan efisien.
Sistem terbaru, yang diberi nama Aurora, dirancang menggunakan modul yang saling terhubung, sehingga menghilangkan kebutuhan akan pendinginan ekstrem.
Hal ini menjawab tantangan utama dalam teknologi kuantum, yang selama ini mengandalkan pendinginan hingga mendekati nol absolut.
Dikutip dari gadget360, Aurora menggunakan qubit fotonik, yang berbasis cahaya, berbeda dari qubit superkonduktor yang memerlukan suhu sangat rendah.
Inovasi ini membuka peluang bagi pengembangan pusat data kuantum berskala besar serta meningkatkan efektivitas mekanisme koreksi kesalahan dalam sistem komputasi kuantum.
Dengan teknologi ini, Aurora menawarkan solusi yang lebih hemat energi dan lebih mudah diintegrasikan dengan jaringan serat optik yang sudah ada.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature, Aurora merupakan komputer kuantum fotonik pertama yang dapat beroperasi dalam skala besar dengan beberapa prosesor yang terhubung melalui kabel serat optik.
Struktur modular ini meningkatkan toleransi kesalahan dan memungkinkan koreksi kesalahan yang lebih efektif—tantangan utama dalam komputasi kuantum modern.
Christian Weedbrook, CEO dan pendiri Xanadu, perusahaan di balik pengembangan Aurora, menegaskan bahwa skalabilitas dan peningkatan koreksi kesalahan adalah dua aspek paling krusial untuk mewujudkan komputasi kuantum praktis.
Pendekatan modular ini juga berpotensi menyederhanakan sistem dan mengurangi tingkat kesalahan yang sebelumnya menjadi hambatan besar.
Sebagian besar komputer kuantum tradisional masih bergantung pada qubit superkonduktor, yang menghasilkan panas saat memproses data. Hal ini menuntut sistem pendinginan kompleks yang berbiaya tinggi dan membatasi aksesibilitasnya.
Dengan memanfaatkan qubit fotonik, Aurora dapat diintegrasikan dengan jaringan serat optik, menawarkan solusi lebih hemat energi dan mudah diskalakan.
Darran Milne, ahli teori informasi kuantum dan CEO VividQ, menyoroti bahwa membagi komputer kuantum ke dalam unit-unit yang lebih kecil dan saling terhubung bisa meningkatkan efektivitas koreksi kesalahan. Namun, tantangan baru mungkin muncul terkait efisiensi dan kompleksitas sistem secara keseluruhan.
Spesifikasi dan Implementasi Aurora
Sistem Aurora terdiri dari 35 chip fotonik yang terhubung melalui serat optik sepanjang 13 kilometer. Teknologi ini menggabungkan berbagai inovasi Xanadu, termasuk prosesor kuantum X8 dan komputer kuantum Borealis.
Dengan arsitektur modular ini, Aurora mampu melakukan perhitungan kuantum yang lebih stabil dan efisien dibandingkan sistem sebelumnya.
Teknologi kuantum ini membuka peluang baru dalam berbagai sektor industri. Beberapa aplikasi utama dari komputer kuantum Aurora meliputi:
- Simulasi struktur molekuler untuk mempercepat penemuan dan pengembangan obat baru.
- Peningkatan sistem kriptografi kuantum, yang menawarkan tingkat keamanan data yang lebih tinggi.
- Optimalisasi jaringan dan algoritma kecerdasan buatan untuk analisis data yang lebih cepat dan akurat.
Para ilmuwan di Xanadu kini fokus pada penyempurnaan sistem dengan meminimalkan kehilangan sinyal optik dalam koneksi serat optik.
Dengan terus berkembangnya teknologi ini, komputasi kuantum dapat segera menjadi bagian integral dari infrastruktur teknologi global, membawa revolusi dalam berbagai bidang industri dan ilmu pengetahuan.
***