Korban KM Barcelona V masih bertahan di Pelabuhan Manado

Beberapa di antaranya, bertahan karena menunggu kejelasan barang bawaan yang tertinggal di kapal

Penulis: Indra Umbola
Editor: David Sumilat
Kondisi terkini ruang tunggu Pelabuhan Manado, beberapa korban masih bertahan. (Foto: Zonautara.com/Indra Umbola)

ZONAUTARA.com – Sejumlah korban KM Barcelona V-a yang mengalami musibah kebakaran pada Minggu (20/07/2025) masih bertahan di Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, hingga Senin (21/07/2025) siang ini.

Demikian juga dibenarkan Kasubag Kerjasama Pemkab Talaud, Fian Molo yang sejak Minggu malam telah hadir di Pelabuhan Manado.

Menurutnya, sebagian besar penumpang yang dievakuasi ke Pelabuhan Manado sudah dijemput keluarga, sedangkan beberapa sisanya masih ada di pelabuhan.

Hingga Senin pukul 02.00 dini hari, sebanyak 339 penumpang kapal Barcelona V-a dievakuasi ke Pelabuhan Manado.

“Itu semuanya warga Talaud,” ucapnya saat ditemui Zonautara.com.




Sementara, kehadiran Pemkab Talaud di Pelabuhan Manado, diakuinya sebagai dukungan moril.

Selain itu, Pemkab Talaud juga menyiapkan makanan siap saji dan pakaian kering untuk para korban kebakaran KM Barcelona V-a.

“Selain dari Pemkab, ada juga bantuan dari masyarakat dan Pelindo,” ujar Fian.

Ia juga membenarkan tiga korban jiwa dalam musibah tersebut merupakan warga Talaud.

“Ketiganya warga Talaud. Satu pria dan dua wanita. Sementara, yang dirujuk ke rumah sakit sebanyak tujuh orang,” ungkapnya.

Untuk jenazah korban rencananya akan diberangkatkan ke Talaud pada sore hari nanti.

Di sisi lain, beberapa korban selamat masih bertahan di ruang tunggu Pelabuhan Manado.

Bukan tanpa sebab, beberapa di antaranya bertahan karena ingin mengetahui keadaan barang bawaan yang tertinggal di kapal.

Salah seorang penumpang yang enggan menyebut namanya mengatakan, ia sekeluarga berangkat ke Manado dengan tujuan mendampingi anak untuk yudisium dan wisuda di IAKN Manado.

Namun musibah tak bisa diterka. Setelah berhasil menyelamatkan diri, ia yang mengaku sebagai penumpang dek satu itu malah tak bisa kemana-mana. Pasalnya, semua kebutuhan tertinggal di kapal yang terbakar.

“Kita hanya menyelamatkan diri. Itupun tidak pakai pelampung,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Namun hingga Senin sore, ia belum menemukan kejelasan nasib barang bawaannya tersebut.

“Sangat penting itu, ada keuangan di situ,” ucap warga Nanusa itu.

Ia masih menyimpan tiket sebagai bukti bahwa ia dan istrinya merupakan penumpang kapal yang terbakar itu.

“Iya, ini tiketnya masih ada,” ucapnya sambil memperlihatkan tiket di tangannya.

***

Follow:
Mengawali karir junalistik di tahun 2019, mulai dari media cetak hingga beberapa media elektronik sebelum akhirnya bergabung dengan Zonautara.com di tahun 2024.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com